Tampilkan postingan dengan label #kompetisi anak usia dini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #kompetisi anak usia dini. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Maret 2017

Program Indonesia Pintar Untuk Kursus dan Kesetaraan

Oleh : Faisal Riza Hasbullah

Program Indonesia Pintar disingkat PIP merupakan kebijakan yang diatur didalam instruksi presiden No 7 Tahun 2014. Adanya PIP mendukung penuntasan wajib belajar 12 tahun. Pada permendikbud No 19 Tahun 2016 tentang program Indonesia Pintar baru diterbitkan. Sedangkan pada peraturan bersama antara Direktorat Pendidikan dasar dan Menengah bersama-sama Direktorat Paud dan Dikmas pada tahun 2017. Sasaran dari program tersebut diantaranya anak usia sekolah yang putus sekolah.
Kewajiban sekolah usia 9 sampai 12 tahun yang putus sekolah bisa diberikan PIP dengan cara mendaftarkan melalui satuan pendidikan yang memiliki NPSN sehingga terjamin layanan pendidikannya. Jika anak usia sekolah tersebut terdata bisa diberi layanan pendidikan di formal jika masih sesuai dengan usianya,tetapi jika tidak bisa maka anak tersebut bisa masuk di program kejar paket sesuai tingkat pendidikannya, yaitu paket A,B atau C. Sedangkan jika sudah tidak melalui pendidikan tersebut bisa melalui layanan kursus dan pelatihan sehingga anak usia sekolah bisa terlayani dibidang pendidikan dan keahliannya.
Program Indonesia Pintar merupakan layanana langsung pada peserta didik,tidak boleh dikelola dananya oleh lembaga atau satuan. Karena tujuan manfaat Kartu Indonesia Pintar untuk digunakan peserta didik secara pribadi sebagai motivasi untuk memperlancar mengikuti kegiatan belajar mengajar. Sedangkan dana yang dikelola oleh satuan berupa Bantuan Operasional Pendidikan, untuk mendukung satuan pendidikan dalam hal proses pembelajaran.
Maka semakin cepat anak usia sekolah terdaftar di satuan pendidikan akan meningkatkan layanan secara tepat dan memudahkan pemerintah dalam upaya penyampaian bantuan pendidikan. Sehingga satuan pendidikan marilah menjangkau mereka yang belum terlayani sesegera mungkin.

Kamis, 23 Februari 2017

Menyejahterakan Masyarakat Melalui Layanan di PKBM

Oleh : Faisal Riza Hasbullah

Peningkatan mutu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat tidak hanya berada ditangan pengelola saja. Tetapi semangat untuk perubahan lebih baik dimulai dari keseriusan pengelola dalam memanajemen PKBM sebagai satuan pendidikan nonformal. Masih menjadi pekerjaan rumah diwilayah Indonesia timur untuk memaksimalkan keberadaan PKBM sebagai tempat untuk melayani masyarakat.

Kemajuan PKBM di Papua dan Papua Barat dibuktikan dengan terakreditasinya lembaga PKBM yang mendapatkan pengakuan di tahun 2016. PKBM Kasih Arso XIII mendapatkan akreditasi B, PKBM Karya Anugerah terakreditasi C, PKBM Karya Kasih terakreditasi B.

Lembaga yang terakreditasi diperbolehkan mengesahkan ijazah kelulusan dalam setiap tahun lulusan. Hal tersebut di sampaikan pada tanggal 5 Februari 2017 Kepala BSNP , Prof Dr Erika B. Laconi, sempat menyampaikan bahwa ijazah ditandatangani oleh satuan pendidikan terakreditasi pada pertemuan di Hotel Mercure Surabaya. Namun akhirnya keputusan tersebut direvisi. Apresiasi didapatkan jika ketua PKBM memiliki andil untuk menggerakan.
Perlunya dukungan eksternal dalam menjaga mutu dari PKBM bisa dengan desa binaan, hal ini menjadi faktor utama dalam penilaian akreditasi. Kerjasama antara Ketua PKBM dan Kepala Desa perlu dituangkan didalam MoU akad kerjasama yang dilaksanakan setiap tahun.


Kamis, 06 Oktober 2016

Sosialisasi PAUD ke Masyarakat Kampung Baru Abepura Kota Jayapura Papua

Oleh : Faisal Riza Hasbullah, S.Pd I
Pendirian PAUD yang dilaksanakan sejak 6 bulan lalu dengan nama PAUD KASIH BUNDA menjadi perhatian tersendiri oleh BP PAUD Dan DIKMAS Papua yang masih masuk wilayah kerja. Hal ini tidak lain merupakan suatu apreasiasi kepada masyarakat di Kampung Baru RT 03 RW 03 Abepura Jayapura Papua yang telah sukarela mendirikan PAUD. Mayarakat sekitar yang menginginkan adanya PAUD dikampungnya membuat sebagian besar masyarakat mendirikan lembaga tersebut dengan harapan anak usia dini dilayani pendidikannya tanpa jauh-jauh dari tempat tinggalnya.

Memang menjadi keprihatinan ketika pihak kampung mengandalkan sumber daya yang ada maka tempat kosong yang dijadikan tempat berkumpul anak usia dini dalam menimba ilmu bersama dengan ibu guru yang bergani gantian sesuai dengan tingkat keluangan orangtua yang sukarela mengajar. Jika kondisi hujan maka terhentilah kegiatan pembelajaran yang menjadi tempat berteduh sangat minim dari penerangan dan mudah bocor ketika itu.
Sebagai kepala PAUD memberikan prakata pembukaan dan dilanjutkan oleh L M Arifin menjelaskan mengenai pentingnya lembaga PAUD yang disokong oleh keberadaan masyarakat sekitar, utamanya kepala kampung atau sesepuh yang bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk memberikan pendidikan bagi anak usia dini. Selain itu dengan adanya dukungan masyarakat saling membahu membangun PAUD dapat menciptakan rasa memiliki dan menjaga keberlangsungannya. Pendidikan Anak mampu menjaga kemampuan berbahasa yang nantinya jika tidak diatur akan mencontoh dari oranglain bahkan orang yang dekat dengan anak tersebut mengatakan hal kasar dan jorok, maka perlu adanya pengasuhan tepat dalam perkembangan anak.


Di kesempatan tersebut juga hadir Faisal Riza dari pamong belajar PAUD mengungkapkan pentingnya pendidikan untuk anak usia dini minimal 1 tahun yang mana dengan pendidikan layak anak bisa mengisi masa emas anak di usia 4 sampai dengan 6 tahun sebelum mengikuti pendidikan dasar. Anak yang telah mendapatkan pendidikan layak nantinya akan meningkatkan kemampuan otaknya bukan hanya untuk baca tulis dan berhitung tetapi mampu menerima semua materi pembelajaran yang diajarkannya nanti.

Pemateri yang berikutnya Ibu Siti Nur Sholihah sebagai pamong belajar DIKKEL memberikan gambaran mengenai peran serta orangtua yang bisa dilaksanakan kedalam 6 cara bersama PAUD. Selain itu juga dijelaskan pembiasaan di keluarga, diantaranya  mengkondisikan anak ketika pulang dari sekolah maupun PAUD sehingga anak bisa menjadi nyaman dan aman didalam keluarga, sampai dengan kegiatan bermain bersama antara orangtua dengan anak untuk menjalin hubungan yang harmonis. Menjadi penekanan adalah orangtua perlu mempersiapkan diri untuk senantiasa menjadi pendidik dan pengasuh pertama dan utama untuk generasi penerus bangsa ini.


Kegiatan penutupan dilaksanakan dengan memberikan secara simbolis DIKKEL Kit kepada Sesepuh adat dan juga orangtua yang hadir untuk dapat memperlajari semua materi yang ada dalam buku dan juga poster yang dibagikan. Apresiasi yang sangat tinggi untuk semua masyarakat yang rela hadir untuk memikirkan kemajuan PAUD di kampung Baru Distrik Abepura Kota Jayapura. Meski berumur muda dan berada di wilayah Kota PAUD Kasih Bunda perlu dukungan dari berbagai pihak yang berkaitan dengan PAUD.

Selasa, 13 September 2016

Memaksimalkan Potensi Anak Sejak Dini

Oleh : Faisal Riza Hasbullah, S.Pd I


Orangtua menjadi contoh yang mudah sekali ditiru oleh anak jika memiliki ekspresi akan diikuti anaknya. Menjadi contoh kecil ketika anak melihat orangtua takut akan sesuatu kejadian atau pada benda, dengan begitu anak melihat ekspresi orangtuanya seraya menangis dan ingin dipeluk oleh orangtua. Begitu juga ketika anak sering melihat orangtua marah, hal ini mudah dicontoh oleh anak untuk memarahi orang lain atau temannya sebaya ketika mendapati permasalahan.  Bagian yang paling suka diikuti oleh anak diantaranya :
a. Bahasa yang digunakan oleh orangtua
b. Perilaku keetika terjadi permasalahan / konflik
c. Kebiasaan yang terbangun dari mulai awal hari sampai jam tidur
d. Kesukaan yang dimiliki orangtua

Maka perlunya orangtua menjadi pengasuh pertama dan utama senantiasa menjaga diri untuk memberikan contoh yang baik serta selalu belajar kepada siapa saja utamanya pendidik di PAUD untuk mensinergikan kebutuhan di PAUD dan di rumah. Tidak sedikit orangtua yang menyadari akan pentingnya persiapan untuk menjadi ornagtua. Mereka lebih memilih menitipkan anaknya ketika bekerja kepada oranglain yang belum tentu juga menyadari akan pentingnya pendidikan anak usia dini.

Usia 0-8 Tahun merupakan prioritas pendidikan dan pengasuhan yang tidak akan bisa terulang kembali. Kesadaran orangtua mulai muncul supaya usia anak usia dini tidak tergadai dengan memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani. Upaya yang benar untuk meningkatkan kemampuan anak usia dini sesuai dengan perkembangan usia didasarkan pada faktor Nilai Agama dan Moral, Sosial emosional, Fisik Motorik, Bahasa, Kognitif, dan Seni.

Usia anak yang tidak bisa kembali menjadi upaya orangtua memberikan ilmu pengetahuan sikap dasar pada anak seoptimal mungkin sesuai kebutuhan anak. Ketika anak mempelajari hal baru pastilah orangtua yang menjadi sasaran pertama berbagai hal pertanyaan pada anak akan terungkap. Selain itu pengamatan anak lebih rinci yang membuat pengetahuan yang lalu menjadi bagian informasi untuk mengkaitkan dengan pengetahuan baru.

Sumber belajar pada pembelajaran anak usia dini didapatkan dari berbagai benda dan peralatan yang dekat dengan anak. Kendala bisa dihadapi orangtua dengan adanya pendampingan yang dilakukan oleh kepala maupun pendidik pada PAUD.
Keberlanjutan program kebersamaan orangtua dengan anak untuk mengoptimalkan potensi anak sejak dini perlu dilakukan secara terus menerus, agar berhasil menanamkan sikap pengetahuan dan keterampilan menggunakan bahan dan alat yang ada didalam rumah.

Kebersamaan orangtua dengan anak menjadi prioritas agar anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodratnya sebagai anak manusia yang perlu bimbingan dan arahan dari orangtuanya. Memang waktu dirasakan sangat mahal untuk bisa bersama anak, apalagi ketika pekerjaan menjadi utama dalam kehidupan sehari-hari.

Kamis, 14 Juli 2016

DESAIN PENYELENGGARAAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

Penyusun : Faisal Riza H
DESAIN PENYELENGGARAAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
PENINGKATAN KEBIASAAN KEBERSIHAN DIRI ANAK USIA DINI
DI PAUD AMANDA PAPINDO



Pengaruh Lingkungan Bagi Perkembangan Anak Usia Dini


oleh : Faisal Riza Hasbullah, S.Pd I
Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah (lembaga PAUD), keluarga, dan masyarakat, dalam wewujudkan anak yang sehat, cerdas, ceria, dan berkarakter. Orangtua sebagai pendidik yang pertama dan utama bagi anak memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan parenting yang baik bagi anak. Orangtua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak serta menumbuhkembangkan anak sesuai kemampuan, bakat, dan minatnya.
Menjadi orangtua berkualitas seolah-olah baru akan terukur kalau anak sudah menjadi “orang” atau “sukses”. Padahal untuk mencapai itu adalah suatu proses rumit dan walaupun sudah tercapai “gelar”, belum tentu anak itu mampu menangani tekanan-tekanan yang ada di lingkungannya.

Jumat, 24 Juni 2016

Kunjungan ke Pusat Pengembangan dan Pelatihan PAUDNI di DKI Jakarta

P3PAUDNI merupakan lembaga penelitian dan pelatihan yang berada dilingkungan dinas pendidikan provinsi DKI Jakarta. Di pimpin oleh seorang kepala P3PAUDNI eselon III, dibantu oleh bagian tata usaha eselon IV. Didalam lembaga memiliki dua satuan yaitu satuan pelaksanaan pelatihan, dan satuan pelaksanaan pengembangan yang juga memiliki jabatan fungsional pamong belajar.
Didalam jabatan fungsional pada P3 PAUDNI tidak memiliki kelompok kerja yang diterapkan adalah senioritas bagi pegawai yang mampu menangani suatu kegiatan baik itu penelitian atau juga pelatihan maka diajak untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Bisa dipastikan akan terjadi persaingan antara pamong belajar yang senior dengan pamong belajar yang junior untuk bisa memiliki kemampuan agar dilibatkan pada setiap kegiatan.
Mekanisme kerja tim pengembang yang ada di P3PAUDNI merupakan pola antara senior dan junior dengan jumlah tim pengembang yaitu 30 pamong belajar yang bisa tersebar didalam pengembangan dan juga pelatihan. Tidak terdapat pembagian kelompok kerja sehingga bagi pamong belajar yang mampu mengikuti kegiatan pengembangan juga pelatihan secara kemampuan bisa maka akan diikutkan pada setiap kegiatan. Pola dari pengembangan dengan 10 tahapan, mulai dari merencanakan pengembangan lalu mengkonsep desain pengembangan, lalu diujicobakan terbatas, sehingga didapatkan revisi dan perbaikan, maka dibuat naskah yang akan dilaksanakan untuk ujicoba luas. Sehingga hasil akhirnya adalah naskah akhir yang mampu dilaksanakan dilembaga yang ditunjuk.
Kualifikasi tim pengembang merupakan pemong belajar yang secara kemampuan dan kesempatan dalam mengikuti kegiatan mampu maka akan diikutkan. Dengan kata lain sebagai pamong belajar yang senior maka memiliki pengalaman dan pengetahuan yang nantinya dibutuhkan pada setiap kegiatan baik dalam pelatihan maupun pengembangan model. Tidak selalu selesai dalam satu tahun dari pengembangan model untuk menjadi naskah hasil. Karena bisa dilanjutkan pada tahun berikutnya dengan arah pengembangan model yang berbeda saja.

Pengembangan model yang dilaksanakan di P3PAUDNI belum bisa dirasakan lembaga secara luas di DKI Jakarta, sebab dalam proses penggandaan hanya berjumlah sesuai lokasi pengembangan. Padahal jika lokasinya hanya mewakili setiap bagian dari kota madya Jakarta hanya terwakili 1 lembaga PAUD hal itu menjadi hambatan dalam pengembangan sehingga kurang terimplementasi pada setiap lembaga PAUDNI di Jakarta.

Rabu, 20 April 2016

PAUD PEMANTANG SAWAH KINI MENJADI PUSAT PELATIHAN DAN PENDIDIKAN

PAUD PEMANTANG SAWAH KINI MENJADI PUSAT PELATIHAN DAN PENDIDIKAN
Permainan di Luar Ruangan
Oleh : Faisal Riza Hasbullah,S.Pd I

Amal makhruf nahi mungkar merupakan filosofi yang ditanamkan oleh pengelola di PAUD Alam Rancaekek Bandung. Bermakna pada lembaga yang didirikan jika memiliki pengaruh baik maka akan disebar luaskan untuk bisa menangkal keburukan. Sebagai pendiri dan juga ketua yayasan sekolah pelopor bapak Dedi Wahyudi Mustofa, S.H,memiliki gelar sarjana hukum tidak mengekangnya dalam melayani masyarakat melalui pendidikan anak usia dini. Terbukti dengan berkemangnya lahan yang dulunya dimiliki berada ditengah pemantang sawah, sekarang PAUD yang didirikan di daerah rancaekek bandung menjadi pusat kegiatan magang dan juga pendidikan untuk anak usia dini serta sekolah dasar.

PAUD ALAM PELOPOR menjadi Sekolah Alam Pelopor Al Munawir sejak tahun 2011/2012. Hal ini dilatarbelakangi dari perkembangan PUSAT PAUD PELOPOR yang disatuatapkan dengan SD ALAM PELOPOR. Saat ini telah memiliki pusat kegiatan untuk pendidikan dan magang, serta pelayanan pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar. Meski memiliki banyak kesempatan untuk mendapatkan bantuan lebih besar peran dari gaji yang diterima disaat bekerja sebagai konsultan di kementrian pendidikan dan kebudayaan sebagai bentuk penanaman modal.

Alam salah satu bentuk pelayanan pada anak usia dini yang tidak terbatasi oleh ruangan maupun alat main. Jika kita tengok pada lembaga PAUD yang telah tersebar, semakin banyak bantuan alat permainan edukatif semakin menumpuk, tidak dapat teraplikasikan dalam pembelajaran antara guru dengan anak. Selain alat permainan yang membuat turun kreatifitas guru, hal ini juga menjadi salah satu faktor kegagalan guru dalam membaur dengan anak usia dini ketika bermain dan belajar. Namun di PAUD ALAM PELOPOR menggunakan bahan bekas dan bahan dari alam sebagai media alat permainan edukatifnya.

PAUD ALAM PELOPOR memberikan solusi dilaksanakan main di alam untuk mengatasi kurangnya ruang main anak yang biasanya terbatasi dengan dinding gedung. Kegiatan main anak yang selama ini diperlukan ruangan 3 m2 untuk satu anak, bisa dilaksanakan diluar ruangan mulai dari kegiatan awal hingga akhir sehingga ruang gerak anak usia dini bisa terpenuhi. Sedangkan ketika hujan maupun cuaca tidak mendukung anak bisa melaksanakan pembelajaran dipendopo, atau di Bandung dengan istilah saung. Sehingga tidak lagi guru berpatokan untuk anak wajib berada didalam ruangan disaat permainan inti maupun disaat belajar.

Pembangunan karakter pada anak usia dini di lingkungan paud alam dilaksanakan dalam beberapa tahapan. Diantara tahapan yang dilakukan dengan pendekatan pembelajaran guru yang santun, dimaksudkan bahwa guru dengan suara yang rendah dan meningkatkan fokus anak dalam mendengarkan. Kedua ketika pembelajaran akan dimulai maka anak dibiasakan untuk menyetujui aturan bersama, sehingga jika ada yang melanggar bisa mendapatkan konsekuensi yang telah disepakati bersama. Guru ketika menegakkan konsekuensi pada anak tidak pernah lemah, sehingga anak tidak akan mencoba untuk melanggar. Ketiga proses perpindahan tempat main yang dilakukan oleh  anak dipimpin oleh seorang anak, sehingga nilai kepemimpinan bisa diterapkan dan menjadikan anak memahami maksud disiplin sehingga  menjadi pembelajaran yang nyaman.

Sebagai guru dalam penanaman sikap menjaga kebersihan, memberikan baskom sebagai tempat sampah sementara yang nantinya ketika sampah terkumpul akan dibuang oleh anak secara mandiri. Ketika anak ditanamkan untuk menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya, guru wajib menyediakan tempat sementara sehingga anak mudah mengumpulkan sampah. Alat yang paling sering ditemui di PAUD ALAM adalah bak penyimpanan yang mana setiap alat permainan edukatif maupun dalam meletakkan benda dengan mengumpulkan menjadi satu dalam satu rak plastik.

Di kegiatan magang yang diselenggarakan sekolah alam pelopor memberikan cara dalam menggunakan barang bekas dan bahan alam yang bisa dijadikan alat permainan edukatif. Tentunya disesuaikan dengan alam yang ada disekitar lembaga yang nantinya medukung pelaksanaan pembelajaran. Dalam mengikuti magang di PAUD Alam Pelopor terdiri dari lembaga dengan biaya maupun bagi lembaga lain yang tidak mampu membiayai bisa dengan gratis. Biaya magang juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan, ataupun jika tidak memiliki biaya jika sudah sampai di PAUD ALAM akan diberikan magang secara gratis dengan menyesuaikan dengan keadaaan disana.
PAUD Pelopor Menjadi Tujuan Observasi Pendidikan Australia

Kegiatan magang yang diselenggarakan tidak menjadi kewajiban guru untuk penyeragaman kegiatan main maupun kurikulum yang ada, karena disetiap lembaga pendidikan memiliki karakteristik sendiri. PAUD ALAM tidak membatasi kreatifitas peserta magang jika memang ada hal yang baru maka akan diuji cobakan untuk perbaikan sistem yang ada. Karena keyakinan pendiri ketika kita mau memberikan ilmu maka ilmu itu akan bertambah, dan kita perlu bersiap untuk mencoba hal baru untuk memperbaiki yang sudah ada.

Selasa, 29 Maret 2016

Pembiasaan Kebersihan Pada Anak Usia Dini


Anak Mulai Terbiasa Hidup Bersih
Lembaga PAUD berada disetiap desa, sebagai perwujudan pemerataan akses yang dicanangkan pemerintah. Meski terlayani anak usia dini yang ada di wilayah Indonesia timur, secara umum di kawasan 3T Indonesia masih minim adanya penjaminan kebersihan diri anak dan lingkungan. Orangtua masih rendah dalam peran serta menjaga kesehatan anak dalam hal kebersihan diri anak. Maka pendidik dan tenaga kependidikan lebih diutamakan dalam mengupayakan kebersihan diri anak dengan pendekatan pembiasaan kebersihan diri anak dilembaga PAUD. Pengembangan bahan ajar yang dilakukan bertujuan untuk membantu orangtua atau guru dan tenaga kependidikan dalam memberikan pembiasaan kebersihan diri anak sehingga meningkatkan kualitas kesehatan anak.

Penelitian yang dipakai yaitu kualitatif deskriptif, eksperimen yaitu melihat gejala yang timbul dari ujicoba yang dilakukan dengan menuliskan mendata sesuai dengan gambaran yang ada dilapangan dengan menarasikan selengkap mungkin. Sasaran penelitian adalah anak usia dini dengan usia 5-6 tahun. Didapatkan jenis-jenis pembiasan yang ada dilingkungan anak diantaranya pembiasaan mandi, pembiasaan toilet training, pembiasaan mengganti pakaian. Kesimpulan yang didapatkan, analisis anak usia dini mampu dibiasakan kegiatan kebersihan diri yang bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari dengan hasil meningkatnya kesehatan anak.

Salah satu kegiatan dari kebersihan diri anak yang dilaksanakan dilembaga PAUD Amanda PAPINDO yaitu menggunakan permainan yang menggunakan dolldidot. Istilah dolldidot merupakan boneka penjaga tempat sampah yang mana setiap tempat sampah memiliki fungsi masing-masing. Ada tempat sampah berwarna merah untuk sampah plastik, dan hijau untuk sampah daun atau benda yang mudah terurai. Selanjutnya anak usia dini diajak untuk bermain memilah dan memilih sampah untuk digunting agar bisa masuk ke tempat sampah buatan dari botol air mineral. Sebab botol air mineral digunakan untuk mengganti adanya tempat sampah. Sehingga botol tersebut dicat warna merah dengan warna hijau.

Anak asyik mengumpulkan semua benda yang dari plastik, daun, ranting, dan lain-lain sehingga nantinya dari botol air mineral baru bisa dimasukkan ke tempat sampah besar. Maka anak-anak bersaing untuk mengumpulkan dan membagi sampah pada tempat sampah yang disiapkan. Hal ini membuat anak usia dini memiliki kemampuan untuk mengetahui macam-macam sampah, serta meningkatkan kepekaan anak usia dini dalam menjaga kebersihan.

Ketika anak selesai main dengan instruksi guru bisa memberikan 

Rabu, 16 Maret 2016

Pemenang Bisa Saja Ditumbuhkan Sejak Usia Dini

Kompetisi dalam kamus KBBI merupakan sikap untuk merebutkan kejuaraan dalam suatu pertandingan. Perlombaan merupakan kata lain dari kompetisi yang juga dimaksudkan persaingan, untuk anak usia dini perlombaan yang biasa digelar merupakan kompetisi yang mulai diperkenalkan orangtua. Jika saja pembelajaran untuk bersaing dengan teman-teman sesama anak usia dini tidak diberikan dengan tepat ada beberapa kemungkinan yang nantinya berujung pada perilaku negatif anak.
Pemenang yang dapat menyelesaikan perlombaan menjadi idaman setiap orangtua. Terkadang orangtua yang memiliki minat mengikutkan anak, bisa sampai memaksa anak untuk berlomba.
Kejadian yang pernah ditemui, diantaranya anak yang nantinya mengikuti perlombaan oleh orangtua dipersiapkan hadiah yang dititipkan ke panitia agar anak tetap menang ketika usai perlombaan.
Mengenalkan perlombaan untuk awal perkembangan anak memang baik. Tahapan yang bisa dilakukan orangtua tanpa pemaksaan dengan sabar mengajak anak untuk melihar perlombaan yang ada sebelum anak diajarkan untuk berpartisipasi dalam perlombaan. Selanjutnya ketika anak mulai memiliki ketertarikan untuk mengikuti lomba, biarkan keberanian sebagai bentuk kemandirian anak untuk diperhatikan bukan untuk dibersamai seakan memanjakan.
Orangtua yang memberikan perhatian untuk anak usia dini tidak perlu memaksakan kehendak, memaksa anak untuk menjadi pemenang. Anak usia dini yang mengikuti perlombaan merupakan kemenangan awal saat ada anak yang lain merasa takut untuk ikut berlomba. Perlu dibersamai anak untuk berlatih satu keterampilan yang nantinya untuk diikutkan dalam perlombaan. Sebagai langkah untuk membangun kedekatan dan keterbukaan antara anak usia dini dengan orangtuanya.

Selasa, 15 Maret 2016

Pendidikan Rumah Kreatif Bagi Anak Usia Dini

Rumah Kreatif merupakan proses pembelajaran yang ada di dalam rumah baik dilakukan oleh orangtua atau pendidik dengan anak usia dini dengan memanfaatkan area-area yang ada didalam setiap ruang didalam rumah tanpa memasukkan benda atau barang yang dari luar rumah. Pemanfaatan area yang ada tanpa ada perubahan maupun penambahan asesoris pada benda yang ada disetiap area yang ada didalam rumah. Diantara area yang ada, yang biasa ditemui diantaranya ruang keluarga, ruang tamu, ruang dapur, kamar mandi, dan kamar tidur bagi orangtua yang memiliki rumah dengan kondisi lengkap. Jika ada orangtua yang memiliki kondisi rumah dengan area yang seadanya bisa juga dilakukan. Rumah kreatif perlu adanya lembaga yang bergerak dalam partisipasi meningkatkan mutu kualitas pendidikan anak usia dini. Akan tetapi jika kegiatan rumah kreatif ini dilakukan secara individual akan terasa sangat sulit untuk keberlangsungannya. Orangtua yang selama ini acuh kepada pendidikan anak usia dini di lingkungan rumah akan merasa penting dalam peranan pembentukan dan tumbuh kembang kompetensi anak usia dini.
Bermunculan sikap dari orangtua yang mampu memberikan pendidikan kepada anaknya dengan mendaftarkan dilembaga PAUD yang telah menjamur, diantara sikap yang muncul adanya orangtua yang ketika diminta menjelaskan capaian anak usia dininya maka yang penting anaknya senang dan aman di lembaga PAUD. Nanti akan muncul orangtua yang memiliki orientasi anak usia dini yang terpenting bisa membaca dan menulis. Bisa dipastikan orangtua juga akan mempraktikan persepsi yang tumbuh pada dirinya untuk mendidik dan mengembangkan kemampuan membaca menulis pada anak usia dini sehingga tidak tertinggal dengan anak-anak lain.
Sebagian orangtua memiliki keprihatinan, karena anak usia dini yang sebagian  mengikuti pembelajaran di lembaga PAUD memaksanakan. Pemaksaan yang terjadi biasanya untuk menghafal, menulis maupun menghitung yang tidak sesuai dengan masa perkembangannya. Kejadian yang menjadi dampak adanya pemaksaan anak biasa mengungkapkan dengan keengganan untuk berangkat ke lembaga PAUD. Seakan anak merasa tertekan jika dipaksa untuk bisa di luar ranah kemampuan anak.
Pendidikan untuk anak usia dini memang belum ditetapkan secara wajib oleh pemerintah yang mengharuskan program PAUD ditempuh setiap anak usia dini. Tetapi sudah berkembang banyak lembaga PAUD berdiri untuk memberikan layanan dalam berbagai program kelompok bermain, tempat penitipan anak, taman kanak-kanak, raudatul atfal dan paud sejenis. Kebijakan pemerintah mengenai kewajiban anak usia dini mendapatkan pelayanan pendidikan belum ada peraturan yang mengikatnya. Sehingga peluang yang luas mengenai pelayanan PAUD belum bisa diakses secara maksimal oleh masyarakat. Jika muncul masalah yang berkaitan dengan anak usia dini barulah pemerintah sibuk dalam menjaga nama pemerintah sebagai pengayom masyarakat. Sehingga terkesan pemerintah tidak dapat memeratakan pendidikan dan menjamin keberlangsungan pendidikan anak usia dini.