Tampilkan postingan dengan label Bermain PAUD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bermain PAUD. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Januari 2017

Strategi Pencapaian Standar Nasional dalam menjaga Mutu Lembaga PAUD

Oleh : Faisal Riza Hasbullah

Pengembangan memiliki manfaat dalam pemecahan permasalahan yang ada dimasyarakat, terkhusus di lembaga PAUD. Pengembang bisa mengambil tema dari kategori yang menjadi kebijakan Direktorat Pembinaan PAUD sehingga dalam memilih tema sesuai dengan kondisi dilapangan. Dalam Pembuatan keluarannya yaitu output berupa hal sederhana, mudah diaplikasikan dan tidak terlalu rumit dengan menyertakan proses penelitian. Nanti ketika ada pertanyaan mengenai asal usul model maka barulah membuka laporan penelitian.
Model yang dikembangkan nantinya memiliki manfaat bagi pengguna pengembangan program PAUD untuk memudahkan dan membuat menarik proses pembelajaran bagi anak usia dini. Kemitraan lembaga PAUD dan stakeholder tentunya memiliki peran untuk saling mengisi dari pembinaan berjalan baik serta keberhasilan penyelenggaraan program menjadi suatu kemudahan.
Model hendaknya memiliki bentuk sederhana mudah diaplikasikan dan berdaya tarik dalam menerapkan didalam pembelajaran, pendidik dan tenaga pendidikan bisa menerapkan dengan inovasi sesuai kebutuhan daerahnya.
Harapannya ketika program yang dikembangkan bisa divalidasi maka bisa diterapkan secara nasional seusai konteks lokal. Hal ini jika bisa diterapkan ditempat lain dalam kajian replikasi bisa bermunculan ide baru dan mampu mengatasi permasalahan yang ada didaerah tersebut pula. Selain itu pengembangan program yang dibuat jika memiliki nilai jual akan disampaikan dalam setiap acara agar tersosialisasi dan memiliki kekhasan program untuk kebanggaan lembaga PAUD di Indonesia.

Pemanfaatan pengembangan bisa dipakai oleh Pendidik PAUD maupun Orangtua dari anak usai dini. Tentunya pada setiap model jika sudah menjadi komitmen bersama akan memudahkan dalam pengembang meneliti agar model lebih baik dan disisi lain lembaga PAUD tanpa kesusahan bisa menerapkan kaidah ilmiah yang telah ada melalui model yang ada.
Syarat dari pembuatan perangkat model diantaranya:
1. Mudah dibaca dengan berbagai animasi yang sesuai dengan konten yang ingin disampaikan
2. Model sederhana yang aplikatif
3. Bahan pembuatan mementingkan karakteristik dari anak usia dini tidak berhaya dalam pencetakannya.
4. Kemenarikan penyampaian gagasan berupa inovasi yang mampu diterima di seluruh Nusantara

Rabu, 13 Juli 2016

MERPATI YANG AMANAH

Oleh : Faisal Riza Hasbullah
Kerajaan yang terkenal di Jawa, adalah Mataram. Raja memiliki anak yang sudah besar, dan pintar. Pangeran Kertasana namanya. Dia memiliki banyak teman yang pintar dan menyenangkan akan tetapi ada di negeri lain, sehingga untuk bisa berkomunikasi dengan teman-temannya memerlukan waktu yang lama untuk berkunjung. Sang pangeran ingin mengundang teman-temannya untuk merayakan ulang tahun. Sambil terus berfikir untuk bisa mengundang mereka datang untuk berkunjung sang pangeran terus mencari cara.
Dalam mencari cara sang pangeran ditemani seekor merpati yang senantiasa ada disampingnya yang setia dengan pangeran. Merpati berwarna putih itu senantiasa memberikan buah dan air untuk pangeran agar mau makan dan minum. Tidak berapa lama dalam berfikir pangeran memutuskan untuk mengirimkan surat kepada teman-temannya. Maka pangeran membutuhkan seseorang yang mengantarkan surat agar sampai dan bisa dibaca oleh teman-temanya. Sehingga pangeran menawarkan kepada merpati, apakah siap untuk mengantarkan surat dari pangeran? Sebelum merpati menjawab datanglah kelinci dan kambing menjawab dengan sombongnya untuk bersedia mengantarkan surat kepada teman-teman pangeran. Si merpati kemudian menjawab sanggup setelah kelinci dan kambing menjawab pertanyaan yang sebenarnya diberikan kepada merpati.
Maka dengan bijaksana pangeran memberikan pesan dalam bentuk surat untuk ketiga hewan yang dipercayainya untuk membawakan surat kepada teman-teman yang berada jauh dinegeri lain. Setelah surat diberikan kepada kelinci, kambing dan merpati mereka langsung bergegas berangkat bersama-sama. Sang pangeran berpesan agar berhati-hati dan saling mengingatkan agar tidak celaka diperjalanan.

Senin, 21 Maret 2016

Perlindungan Anak Usia Dini Dari Kekerasan Aksara


Oleh : Faisal Riza Hasbullah
Berkecimpung didunia kerja bagi orangtua ada kalanya kurang memperhatikan kondisi anak. Baik ayah yang memang memiliki tugas menjadi tulang punggung keluarga. Maupun sang ibu yang berupaya membantu perekonomian keluarga lalu memilih dunia kerja. Semua hal itu bukanlah alasan untuk jauh dengan anak, hanya menitipkan pendidikan dan perlindungan kepada lembaga PAUD maupun Pengasuh. Meskipun pengasuh mampu dipercaya serta mengerjakan kewajiban dalam mengasuh anak belum tentu anak mendapatkan kasih sayang sama seperti kasih sayang dari kedua orangtuanya.

Ibu menjadi sandaran utama dalam pembentukan dan tumbuh kembang anak usia dini menjadi perlu meluangkan waktu yang lebih. Sebagai ibu mengawasi perkembangan anaknya menjadi hal yang perlu diperhatikan secara seksama. Meskipun bekerja, usahakan tempat kerja jangan sampai berjauhan dengan tempat anak dititipkan maupun ditinggal dengan pengasuh. Perlunya juga peran ayah yang menjadi sosok yang melindungi didalam keluarga perlu anak merasakan kehangatan perlindungan ayah. Meski terlihat ibu dekat dengan anak tetapi ayahnya jauh hal itu membuat menurunya percaya diri anak meski dia masih usia dini pasti merasakan hal yang sangat besar karena ketidak hadiran ayahnya.

Selasa, 15 Maret 2016

Pendidikan Rumah Kreatif Bagi Anak Usia Dini

Rumah Kreatif merupakan proses pembelajaran yang ada di dalam rumah baik dilakukan oleh orangtua atau pendidik dengan anak usia dini dengan memanfaatkan area-area yang ada didalam setiap ruang didalam rumah tanpa memasukkan benda atau barang yang dari luar rumah. Pemanfaatan area yang ada tanpa ada perubahan maupun penambahan asesoris pada benda yang ada disetiap area yang ada didalam rumah. Diantara area yang ada, yang biasa ditemui diantaranya ruang keluarga, ruang tamu, ruang dapur, kamar mandi, dan kamar tidur bagi orangtua yang memiliki rumah dengan kondisi lengkap. Jika ada orangtua yang memiliki kondisi rumah dengan area yang seadanya bisa juga dilakukan. Rumah kreatif perlu adanya lembaga yang bergerak dalam partisipasi meningkatkan mutu kualitas pendidikan anak usia dini. Akan tetapi jika kegiatan rumah kreatif ini dilakukan secara individual akan terasa sangat sulit untuk keberlangsungannya. Orangtua yang selama ini acuh kepada pendidikan anak usia dini di lingkungan rumah akan merasa penting dalam peranan pembentukan dan tumbuh kembang kompetensi anak usia dini.
Bermunculan sikap dari orangtua yang mampu memberikan pendidikan kepada anaknya dengan mendaftarkan dilembaga PAUD yang telah menjamur, diantara sikap yang muncul adanya orangtua yang ketika diminta menjelaskan capaian anak usia dininya maka yang penting anaknya senang dan aman di lembaga PAUD. Nanti akan muncul orangtua yang memiliki orientasi anak usia dini yang terpenting bisa membaca dan menulis. Bisa dipastikan orangtua juga akan mempraktikan persepsi yang tumbuh pada dirinya untuk mendidik dan mengembangkan kemampuan membaca menulis pada anak usia dini sehingga tidak tertinggal dengan anak-anak lain.
Sebagian orangtua memiliki keprihatinan, karena anak usia dini yang sebagian  mengikuti pembelajaran di lembaga PAUD memaksanakan. Pemaksaan yang terjadi biasanya untuk menghafal, menulis maupun menghitung yang tidak sesuai dengan masa perkembangannya. Kejadian yang menjadi dampak adanya pemaksaan anak biasa mengungkapkan dengan keengganan untuk berangkat ke lembaga PAUD. Seakan anak merasa tertekan jika dipaksa untuk bisa di luar ranah kemampuan anak.
Pendidikan untuk anak usia dini memang belum ditetapkan secara wajib oleh pemerintah yang mengharuskan program PAUD ditempuh setiap anak usia dini. Tetapi sudah berkembang banyak lembaga PAUD berdiri untuk memberikan layanan dalam berbagai program kelompok bermain, tempat penitipan anak, taman kanak-kanak, raudatul atfal dan paud sejenis. Kebijakan pemerintah mengenai kewajiban anak usia dini mendapatkan pelayanan pendidikan belum ada peraturan yang mengikatnya. Sehingga peluang yang luas mengenai pelayanan PAUD belum bisa diakses secara maksimal oleh masyarakat. Jika muncul masalah yang berkaitan dengan anak usia dini barulah pemerintah sibuk dalam menjaga nama pemerintah sebagai pengayom masyarakat. Sehingga terkesan pemerintah tidak dapat memeratakan pendidikan dan menjamin keberlangsungan pendidikan anak usia dini.