Tampilkan postingan dengan label #pendidikananakusiadini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #pendidikananakusiadini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 November 2016

KOTA JAYAPURA MENYAMBUT MUTU KUALITAS PAUD 2017

Oleh : Faisal Riza Hasbullah, S.Pd I

Masa anak usia dini merupakan masa emas perkembangan, banyaknya pengalaman yang diperoleh anak melalui panca indera akan membuat jaringan otaknya menjadi subur dan berkembang. Kualitas otak anak dipengaruhi oleh faktor kesehatan, gizi, dan stimulasi/ rangsangan yang diterima anak setap hari melalui panca inderanya. Rangsangan yangditerima di program PAUD membuat anak siap mengikuti pendidikan selanjutnya.
PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut .
Pendidikan anak usia dini sekarang ini sudah tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Bonus demografi di tahun 2045 menjadi titik tujuan memperbaiki bangsa Indonesia, karena masa depan bangsa dipengaruhi oleh sumber daya manusia. Adanya banyak anak usia dini yang nantinya perlu pelayanan perlu peningkatan jumlah lembaga yang dipastikan bisa eksis tanpa menunggu dana bantuan, diantaranya yang bisa menjadi peluang adalah temapt ibadah yang bisa memberikan pelayanan lebih dalam mendidik anak usia dini. Sehingga diharapkan Masjid, Gereja, Klenteng, Vihara menjadi pusat pendidikan anak usia dini dengan berbagai bentuk program layanan.
Fasilitas yang dipersiapkan oleh pemerintah kota Jayapura yang menjadi kebijakan adalah percepatan ijin operasional bagi tempat ibadah yang menjalankan PAUD. Ketentuan yang perlu dipatuhi adalah anak usia dini yang menjadi sasaran layanan perlu didata dan kelembagaan PAUD di tempat ibadah memiliki ijin hak memakai lahan dan bangunan. Dengan kebijakan tersebut perencanaan pendidikan di kota Jayapura dalam bidang PAUD diharapkan semakin bermutu di tahun 2017.


Bentuk pelayanan diantaranya Taman Kanak-Kanak atau TK, merupakan salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan formal bagi anak usia 4-6 tahun dengan prioritas 5-6 tahun. Taman Kanak Kanak Luar Biasa (TKLB) merupakan salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan formal yang melenggarakan program pendidikan khusus bagi anak usia 4-6 tahun dengan prioritas 5-6 tahun. Kelompok Bermain (KB), merupakan salah satu bentuk satuan PAUD  jalur pendidikan non formal bagi anak usia 2 sampai 6 tahun dengan prioritas 3 dan 4 tahun. Taman Penitipan Anak (TPA) adalah salah satu bentuk satuan PAUD jalur pendidikan non formal dengan prioritas sejak lahir sampai usia 4 tahun. Satuan PAUD Sejenis (SPS) adalah salah satu bentuk satuan PAUD jalur pendidikan non formal bagi anak usia 0 – 6 tahun secara mandiri atau terintegrasi dengan berbagai layanan kesehatan, gizi, keagamaan, dan atau kesejahteraan sosial. 
Dikatakan dari Drs, Cliford. Korwa,M.Pd bahwa di Papua, terkhusus Kota Jayapura nantinya akan ada kebijakan dimana Lembaga PAUD tidak diperkenankan berdiri berdekatan sejauh 500 m. Bagi PAUD yang duluan mengajukan ijin pendirian akan menjadi lembaga yang dipertahankan dalam satu lokasi tersebut. Karena jika dibiarkan berkembang dengan lokasi berdekatan akan membuat Pendidikan anak usia dini tidak merata di Kota Jayapura. Selain itu beliau menyampaikan bahwa ijin pendirian dan operasional akan diberikan dalam jangka 2 tahun untuk satu periode. Untuk kelanjutannya lagi akan diberikan jika selalu memberikan laporan bulanan, maksimal lembaga PAUD tidak pemberikan laporan bulanan adalah 3 bulan yang berakibat akan sulit mendapatkan ijin pendirian. Sebagai Kepala Bidang PAUD dan DIKMAS akan memberikan kedisiplinan bagi PAUD yang nantinya susah untuk mempertahankan kelembagaan baik dalam bentuk jumlah pendidik yang kurang atau tidak dapatnya memeprtahankan operasional akan ditindak lanjuti dengan penutupan lembaga PAUD.

Kamis, 06 Oktober 2016

Sosialisasi PAUD ke Masyarakat Kampung Baru Abepura Kota Jayapura Papua

Oleh : Faisal Riza Hasbullah, S.Pd I
Pendirian PAUD yang dilaksanakan sejak 6 bulan lalu dengan nama PAUD KASIH BUNDA menjadi perhatian tersendiri oleh BP PAUD Dan DIKMAS Papua yang masih masuk wilayah kerja. Hal ini tidak lain merupakan suatu apreasiasi kepada masyarakat di Kampung Baru RT 03 RW 03 Abepura Jayapura Papua yang telah sukarela mendirikan PAUD. Mayarakat sekitar yang menginginkan adanya PAUD dikampungnya membuat sebagian besar masyarakat mendirikan lembaga tersebut dengan harapan anak usia dini dilayani pendidikannya tanpa jauh-jauh dari tempat tinggalnya.

Memang menjadi keprihatinan ketika pihak kampung mengandalkan sumber daya yang ada maka tempat kosong yang dijadikan tempat berkumpul anak usia dini dalam menimba ilmu bersama dengan ibu guru yang bergani gantian sesuai dengan tingkat keluangan orangtua yang sukarela mengajar. Jika kondisi hujan maka terhentilah kegiatan pembelajaran yang menjadi tempat berteduh sangat minim dari penerangan dan mudah bocor ketika itu.
Sebagai kepala PAUD memberikan prakata pembukaan dan dilanjutkan oleh L M Arifin menjelaskan mengenai pentingnya lembaga PAUD yang disokong oleh keberadaan masyarakat sekitar, utamanya kepala kampung atau sesepuh yang bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk memberikan pendidikan bagi anak usia dini. Selain itu dengan adanya dukungan masyarakat saling membahu membangun PAUD dapat menciptakan rasa memiliki dan menjaga keberlangsungannya. Pendidikan Anak mampu menjaga kemampuan berbahasa yang nantinya jika tidak diatur akan mencontoh dari oranglain bahkan orang yang dekat dengan anak tersebut mengatakan hal kasar dan jorok, maka perlu adanya pengasuhan tepat dalam perkembangan anak.


Di kesempatan tersebut juga hadir Faisal Riza dari pamong belajar PAUD mengungkapkan pentingnya pendidikan untuk anak usia dini minimal 1 tahun yang mana dengan pendidikan layak anak bisa mengisi masa emas anak di usia 4 sampai dengan 6 tahun sebelum mengikuti pendidikan dasar. Anak yang telah mendapatkan pendidikan layak nantinya akan meningkatkan kemampuan otaknya bukan hanya untuk baca tulis dan berhitung tetapi mampu menerima semua materi pembelajaran yang diajarkannya nanti.

Pemateri yang berikutnya Ibu Siti Nur Sholihah sebagai pamong belajar DIKKEL memberikan gambaran mengenai peran serta orangtua yang bisa dilaksanakan kedalam 6 cara bersama PAUD. Selain itu juga dijelaskan pembiasaan di keluarga, diantaranya  mengkondisikan anak ketika pulang dari sekolah maupun PAUD sehingga anak bisa menjadi nyaman dan aman didalam keluarga, sampai dengan kegiatan bermain bersama antara orangtua dengan anak untuk menjalin hubungan yang harmonis. Menjadi penekanan adalah orangtua perlu mempersiapkan diri untuk senantiasa menjadi pendidik dan pengasuh pertama dan utama untuk generasi penerus bangsa ini.


Kegiatan penutupan dilaksanakan dengan memberikan secara simbolis DIKKEL Kit kepada Sesepuh adat dan juga orangtua yang hadir untuk dapat memperlajari semua materi yang ada dalam buku dan juga poster yang dibagikan. Apresiasi yang sangat tinggi untuk semua masyarakat yang rela hadir untuk memikirkan kemajuan PAUD di kampung Baru Distrik Abepura Kota Jayapura. Meski berumur muda dan berada di wilayah Kota PAUD Kasih Bunda perlu dukungan dari berbagai pihak yang berkaitan dengan PAUD.

Senin, 08 Agustus 2016

Penerapan Rumah Kreatif Bagi Anak Usia Dini

Oleh : Faisal Riza Hasbullah

Apa itu penerapan rumah kreatif bagi anak usia dini?
Langkah pelaksanaan hasil dari orangtua membangun pola fikir untuk memberikan pengetahuan kepada anak usia dini sesuai tingkat perkembangan anak usia dini sehingga mampu menciptakan pembelajaran secara kreatif di rumah dengan pendampingan dari Lembaga PAUD, yaitu dilakukan oleh pendidik PAUD sehingga mampu melaksanakan penilaian kepada anak usia dini.
Dimana penerapan rumah kreatif bagi anak usia dini berada?
Penerapan rumah kreatif bagi anak usia dini diterapkannya pembelajaran dengan bermain untuk anak usia dini yang berada didalam rumahnya dengan menggunakan media peralatan rumah, tanpa memasukkan barang-barang dari luar rumah yang dilakukan oleh orangtua dengan pendampingan dari guru PAUD.
Kapan penerapan rumah kreatif dilakukan bagi anak usia dini?
Penerapan rumah kreatif bagi anak usia dini dilakukan disaat orangtua bersama dengan anak usia dini, dengan batasan waktu minimal 60 menit per hari untuk mendapatkan hasil yang diinginkan anak diajak untuk bermain sesuai dengan area-area yang ada didalam rumah.
Bagaimana penerapan rumah kreatif bagi anak usia dini?
Penerapan rumah kreatif bagi anak usia dini tergantung dari pelaksanaan, penilaian dan pendampingan yang dilakukan oleh pendidik PAUD. Ketika berada didalam rumah anak usia dini diajak untuk mengenali permainan yang nantinya menarahkannya pada peningakatan kompetensi anak sesuai dengan usianya. Kegiatan main yang dilakukan oleh orangtua bisa bersumber dari kegiatan sehari-hari atau juga didapatkan dari pendidik PAUD dalam rangka meneruskan pendidikan yang ada dilembaga PAUD.
Siapa yang melaksanakan penerapan rumah kreatif bagi anak usia dini?
Penerapan rumah kreatif bagi anak usia dini ini adalah orangtua yang tergerak untuk ingin meningkatkan perkembangan anaknya sesuai batasan usia dengan tujuan meningkat  perkembangan anaknya. Penerapanya dilaksanakan orangtua bisa mendapatkan sosialisasi maupun dilakukan pendampingan oleh pendidik PAUD.
Bagaimana bentuk penilaian penerapan rumah kreatif bagi anak usia dini?
Penilaian dilakukan dengan sederhana oleh orangtua dari anak usia dini dengan memperhatikan perkembangan anaknya sesuai tingkat usia perkembangan.
Bagaimana bentuk pendampingan implementasi rumah kreatif bagi anak usia dini?
Pendampingan yang bisa dilakukan oleh pendidik PAUD kepada orangtua anak usia dini dengan melaksanakan sosialisasi, atau pendampingan dengan alat komunikasi, atau pendampingan dengan orangtua datang ke lembaga PAUD berkonsultasi, pendampingan dengan pendidik PAUD yang datang ke rumah orangtua.
Langkah-langkah pembelajaran :
a.   Persiapan
1)   Mengidentifikasi kemampuan anak, orangtua melakukan pengamatan mengenai perkembangan anaknya yang masih rendah, bisa didapatkan juga dari hasil pengamatan pendidik pada saat pembelajaran di PAUD.
2)   menentukan kemampuan anak yang akan dicapai, memilih salah satu kemampuan anak yang masih rendah untuk diupayakan dalam pembelajaran rumah kreatif.
3)   menentukan area, media/bahan yang akan digunakan, orangtua memutuskan area yang digunakan sebagai tempat untuk pembelajaran sehingga dapat menyesuaikan media/bahan untuk permainan bersama antara orangtua dengan anak.
4)   menentukan strategi pembelajaran, orangtua dapat menentukan cara bermain dengan anak yang efektif menggunakan media/bahan yang sesuai.
b.   Pelaksanaan Pembelajaran
1)   Pendahuluan
Pada tahap ini orangtua menyampaikan pada anak bahwa kegiatan bermain akan dimulai, dan meminta anak untuk meninggalkan aktivitasnya yang lain. Orangtua juga menyampaikan perihal yang akan diketahui anak dalam permainan.
2)   Kegiatan inti
Yaitu kegiatan bermain yang berlangsung di rumah sesuai dengan rencana yang ditentukan oleh orangtua dan anak. 
3)   Kegiatan penutup
Tahapan penutup merupakan tahapan pemberian motivasi pada anak.
Orangtua tidak perlu mengikuti langkah-langkah tersebut, tetapi disesuaikan dengan kondisi, karena pembelajaran dengan cara bermain sambil belajar dapat berlangsung secara spontan tanpa melalui persiapan atau perencanaan. Dengan kata lain, penerapan rumah kreatif adalah menggunakan prinsip bermain sambil belajar, sehingga setiap saat orangtua secaraspontan dapat mengikuti aktivitas permainan anak. Misalnya ketika anak sedang bernyanyi, atau sedang memainkan peralatan rumah, dan saat itulah orangtua dapat langsung melaksanakan pembelajaran  rumah kreatif. Jadi, pelaksanaan pembelajaran rumah kreatif dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan tertentu, dan dapat juga dilakukan secara spontan.  

Kamis, 14 Juli 2016

Pengaruh Lingkungan Bagi Perkembangan Anak Usia Dini


oleh : Faisal Riza Hasbullah, S.Pd I
Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah (lembaga PAUD), keluarga, dan masyarakat, dalam wewujudkan anak yang sehat, cerdas, ceria, dan berkarakter. Orangtua sebagai pendidik yang pertama dan utama bagi anak memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan parenting yang baik bagi anak. Orangtua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak serta menumbuhkembangkan anak sesuai kemampuan, bakat, dan minatnya.
Menjadi orangtua berkualitas seolah-olah baru akan terukur kalau anak sudah menjadi “orang” atau “sukses”. Padahal untuk mencapai itu adalah suatu proses rumit dan walaupun sudah tercapai “gelar”, belum tentu anak itu mampu menangani tekanan-tekanan yang ada di lingkungannya.

Rabu, 13 Juli 2016

MERPATI YANG AMANAH

Oleh : Faisal Riza Hasbullah
Kerajaan yang terkenal di Jawa, adalah Mataram. Raja memiliki anak yang sudah besar, dan pintar. Pangeran Kertasana namanya. Dia memiliki banyak teman yang pintar dan menyenangkan akan tetapi ada di negeri lain, sehingga untuk bisa berkomunikasi dengan teman-temannya memerlukan waktu yang lama untuk berkunjung. Sang pangeran ingin mengundang teman-temannya untuk merayakan ulang tahun. Sambil terus berfikir untuk bisa mengundang mereka datang untuk berkunjung sang pangeran terus mencari cara.
Dalam mencari cara sang pangeran ditemani seekor merpati yang senantiasa ada disampingnya yang setia dengan pangeran. Merpati berwarna putih itu senantiasa memberikan buah dan air untuk pangeran agar mau makan dan minum. Tidak berapa lama dalam berfikir pangeran memutuskan untuk mengirimkan surat kepada teman-temannya. Maka pangeran membutuhkan seseorang yang mengantarkan surat agar sampai dan bisa dibaca oleh teman-temanya. Sehingga pangeran menawarkan kepada merpati, apakah siap untuk mengantarkan surat dari pangeran? Sebelum merpati menjawab datanglah kelinci dan kambing menjawab dengan sombongnya untuk bersedia mengantarkan surat kepada teman-teman pangeran. Si merpati kemudian menjawab sanggup setelah kelinci dan kambing menjawab pertanyaan yang sebenarnya diberikan kepada merpati.
Maka dengan bijaksana pangeran memberikan pesan dalam bentuk surat untuk ketiga hewan yang dipercayainya untuk membawakan surat kepada teman-teman yang berada jauh dinegeri lain. Setelah surat diberikan kepada kelinci, kambing dan merpati mereka langsung bergegas berangkat bersama-sama. Sang pangeran berpesan agar berhati-hati dan saling mengingatkan agar tidak celaka diperjalanan.

Selasa, 21 Juni 2016

APE perlu di standarisasi guna melindungi anak usia dini dalam bermain

Alat permainan edukatif (APE) pada Jumat, 6 Juni 2014 bertempat di Grand Quality Hotel, Yogyakarta. Benda yang paling dekat dengan anak usia dini dalam bermain adalah alat permainan edukatif yang ada dilembaga PAUD maupun benda yang bisa ditemui anak usia dini dilingkungan sekitar. Daya imajinasi anak usia dini yang diawali dengan mengamati mengenali benda yang ada disekitarnya, hal ini membuat anak usia dini akan menjilat alat permainannya yang ditemui karena mengenal benda pertama biasa dikenali dengan meraba dan memasukkannya kedalam mulut.
Maka anak usia dini yang masih dalam kondisi rawan untuk mengenali permainanya perlu orangtua dan juga pendidik dalam hal ini guru di Lembaga PAUD mempersiapkan dan meyediakan Alat Permainan Edukatif yang aman dan nyaman. Aman yang tidak melukai, atau beracun, mudah dipegang tetapi tidak mudah tertelan oleh anak. Nyaman baik dalam warna yang menarik dengan penggunaan cat yang aman, jika APE yang digunakan bisa dipukulkan kenyamanan tidak mudah pecah dan mudah dipegang anak usia dini.
Lembaga yang memiliki dana untuk membeli dan sumber penerimaan bantuan yang berupa APE bisa melihat secara langsung ke lembaga percontohan di PAUD 0 km yang telah diresmikan oleh bapak menteri pendidikan dan kebudayaan Anies Baswedan pada tanggal 20 Juni 2016. Pesan dari bapak menteri bahwa diseluruh nusantara bisa mencontoh pada PAUD 0 km untuk mendapatkan standar pelayanan untuk anak usia dini. Hal ini perlu dikhususkan agar anak usia dini aman dan nyaman maka APE yang digunakan di PAUD percontohan bisa diduplikasi mengenai pengadaan dan pembuatan APE yang ada disetiap lembaga PAUD.
Sumber :
http://bsn.go.id/main/berita/berita_det/5287/Rakornas-Mainan-Anak-Indonesia---Alat-Permainan-Edukatif-harus-memenuhi-Standar#.V2j_ELuLTIU

Senin, 16 Mei 2016

Kualitas Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Bangsa

Oleh: Faisal Riza Hasbullah

QS Al mujadalah : ayat 11
Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Tantangan bangsa dimasa depan akan dihadapi mulai dari sekarang. Saudara kita yang sekarang masih kecil nantinya jika diberikan usia yang panjang akan menjadi penerus bangsa. Sebagai pemimpin maupun pendidik guru dan dalam bekerja apa saja, nantinya masyarakat kita akan di isi oleh anak-anak yang nantinya menggantikan peran orang dewasa yang telah menjadi tua. Apapun yang nantinya dihadapi oleh generasi penerus bangsa itu telah dihadapi oleh bapak perjuangan kita bersama.
Ekspresi Generasi Penerus Bangsa
Semisal pahlawan yang telah berkorban demi nusa dan bangsa untuk membebaskan diri dari penjajahan, dulunya mereka juga anak-anak seperti kita. Dulunya mereka tidak mengerti apa-apa, untuk menjadi Indonesia Raya seperti saat ini pastinya mereka mempersiapkan diri dengan baik. Jika sejak kecil belum ada persiapan yaitu dengan belajar maka susah bagi kita menghadapi masa depan yang penuh tantangan.
Saat ini akan banyak agenda pasar bebas, yaitu antar negara yang bekerjasama akan memberikan peluang untuk memudahkan antar bangsa-bangsa tersebut untuk keluar masuk jual beli barang, maupun jasa manusia. Hal ini menjadi peluang dan tantangan bagi kita bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia. Menjadi peluang jika dengan pendidikan, belajar bisa menjadi peningkat kualitas sumber daya manusia agar siap untuk bersaing dan membebaskan diri dari kebodohan.
Sedangkan menjadi tantangan jika kita tidak mau belajar akan mengakibatkan barang yang kita punya tidak akan berkualitas untuk dijual, sedangkan tanpa adanya pendidikan yang dipersiapkan sejak sekarang kualitas sumber daya manusia yang akan bersaing akan kalah bahkan tidak akan diterima kerja dibangsanya sendiri. Selain itu juga akan berdampak pada pembangunan bangsa yang hanya mengandalkan dari bangsa lain. Sehingga secara tidak langsung kita terjajah lagi dimasa modern, jika kualitas sumber daya manusia tidak siap membangun bangsa. Mengakibatkan akan mundurnya bangsa bahkan bisa menjadi bangsa terbelakang. Semisal generasi muda hanya memikirkan hiburan dan bersenang-senang nantinya ketika masa dimana pekerjaan membutuhkan, seperti sekarang ini banyak generasi muda yang susah mendapatkan pekerjaan, apalagi untuk mendapatkan rejeki dari pekerjaan sendiri akan susah.
Semoga kita nantinya bisa mempersiapkan diri dalam peranan pembangunan bangsa dengan kualitas sumber daya manusia. Perlu juga kita pahami semua ilmu pengetahuan bisa didapatkan dari interaksi. Hubungan komunikasi yang kearah ilmu pengetahuan dilakukan dimanasaja, kapansaja, dan dengan siapa saja bisa diambil hikmahnya. Bahkan sekarang ini pendidikan formal, pendidikan informal dan pendidikan nonformal semuanya menjadi pilihan bukan lagi menjadi pengganti, penambah, atau sekedar pelarian. Apapun yang kita kerjakan pastilah nanti menjadi modal kita sebagai amal yang membersamai hingga mati.
QS At Taubah : Ayat 105
dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.



Dongeng Sarana Menasehati yang Menyenangkan


Kisah berkaitan erat dengan budaya, cerita, hikayat, dongeng. Dikatakan oleh Ustad Wijayanto mengenai cerita sudah ada didalam al quran memberikan prioritas mengenai cara bercerita dengan adanya surat dengan nama Al Qoshos. Menyampaikan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari lebih mudah dengan bercerita, mengdongeng atau dengan cara lainnya.
Salah satu cara filosofis dalam menyampaikan dakwah yaitu dengan cara bercerita, telah terbukti di jawa dengan adanya walisongo yang menggunakan wayang untuk menyebarkan agama islam. Wayang memang telah ada sejak masuknya agama hindu. Menjadi warisan budaya Indonesia karena wayang menjadi identitas yang unik dengan berbagai macam jenis bahan pembuatnya. Tanpa mempengaruhi cerita, dengan media wayang apapun anak-anak hingga orang dewasa pasti lebih memahami filosofi yang disampaikan. Dengan adanya pengaruh para wali, bermunculanlah beberapa wayang yang sesuai ajaran islam diantaranya punakawan. Punakawan awalnya wayang kulit yang sekarang biasa ditampilkan sebagai wayang orang dengan tokoh diantaranya semar, gareng, petruk, dan bagong.
Cara mudah untuk menjelaskan sesuatu dilakukan dengan pendekatan bercerita. Bukan hanya untuk anak-anak yang pastinya disukai oleh orangtua. Cerita memiliki alur yang lembut ketika menasehati orang tanpa mengajar, menghibur orang dengan keluguan dari bahan wayang yang digunakan.
Ketika wayang diajarkan kepada anak-anak hal ini memungkinkan bermunculnya pertanyaan anak. Penjelasan yang diberikan pada anak tepat akan menstimulus ingatan yang kuat akan kebaikan yang ditanamkan untuk hidup dimasa dewasa. Selain itu anak juga akan mendapatkan kosa kata baru sehingga mengolah kata semakin cepat dan bervariasi. Daya imajinasi anak juga akan terasah dengan banyaknya cerita yang didengarkan, sekaligus menjadi penggambaran yang semakin nyata mengenai cerita yang disajikan ketika wayang dimainkan.

Rabu, 16 Maret 2016

Pemenang Bisa Saja Ditumbuhkan Sejak Usia Dini

Kompetisi dalam kamus KBBI merupakan sikap untuk merebutkan kejuaraan dalam suatu pertandingan. Perlombaan merupakan kata lain dari kompetisi yang juga dimaksudkan persaingan, untuk anak usia dini perlombaan yang biasa digelar merupakan kompetisi yang mulai diperkenalkan orangtua. Jika saja pembelajaran untuk bersaing dengan teman-teman sesama anak usia dini tidak diberikan dengan tepat ada beberapa kemungkinan yang nantinya berujung pada perilaku negatif anak.
Pemenang yang dapat menyelesaikan perlombaan menjadi idaman setiap orangtua. Terkadang orangtua yang memiliki minat mengikutkan anak, bisa sampai memaksa anak untuk berlomba.
Kejadian yang pernah ditemui, diantaranya anak yang nantinya mengikuti perlombaan oleh orangtua dipersiapkan hadiah yang dititipkan ke panitia agar anak tetap menang ketika usai perlombaan.
Mengenalkan perlombaan untuk awal perkembangan anak memang baik. Tahapan yang bisa dilakukan orangtua tanpa pemaksaan dengan sabar mengajak anak untuk melihar perlombaan yang ada sebelum anak diajarkan untuk berpartisipasi dalam perlombaan. Selanjutnya ketika anak mulai memiliki ketertarikan untuk mengikuti lomba, biarkan keberanian sebagai bentuk kemandirian anak untuk diperhatikan bukan untuk dibersamai seakan memanjakan.
Orangtua yang memberikan perhatian untuk anak usia dini tidak perlu memaksakan kehendak, memaksa anak untuk menjadi pemenang. Anak usia dini yang mengikuti perlombaan merupakan kemenangan awal saat ada anak yang lain merasa takut untuk ikut berlomba. Perlu dibersamai anak untuk berlatih satu keterampilan yang nantinya untuk diikutkan dalam perlombaan. Sebagai langkah untuk membangun kedekatan dan keterbukaan antara anak usia dini dengan orangtuanya.

Kamis, 03 Maret 2016

Desain Pengembangan Program Gentong Ajaib bagi Orangtua dengan Anak Usia Dini

Oleh : Faisal Riza Hasbullah
Pendidikan untuk anak usia dini dipengaruhi oleh ekosistem yang ada didekatnya. Ekosistem yang terbentuk, tidak dapat dipastikan akan menghasilkan dampak yang positif bagi anak usia dini. Sehingga perlu ditingkatkan kualitas masyarakat dan orangtua yang menjadi faktor penentu pembentukan karakter kepada anak usia dini. Dari lingkungan anak usia dini diharapkan terjalin hubungan yang meningkatkan ranah perkembanganya sesuai dengan usia perkembangannya.
Perhatian  orangtua mengenai tumbuh kembang kepada anak usia dini masih kurang. Tingkat kedekatan orangtua dengan anak usia dini di rumah sejalan dengan di lembaga PAUD perlu ditingkatkan. Perkembangan anak usia dini terkait ranah pengembangan bisa terbantu dengan kesadaran orangtua akan stimulus yang perlu diberikan. Proses interaksi orangtua kepada anak usia dini perlu dirancang agar mampu terkendali tumbuh kembangnya.


Gentong Ajaib
Latar belakang :
1.       Masih banyak orangtua yang kurang mengerti tumbuh kembang anak usia dini
2.       Orangtua yang sibuk dengan pekerjaan baik di ladang maupun perkantoran membuat renggang komunikasi antara anak dengan orangtua.
3.       Kedisiplinan anak untuk mengerjakan kegiatan sehari-hari masih labil, sehingga anak merasa bosan melakukan hal baik perlu adanya dorongan untuk memfasilitasi anak dalam melakukan kebiasaan baik.
4.       Pendidikan pertama dan utama terjadi di keluarga bukan di lembaga PAUD maka perlu dikembalikan usaha pembelajaran untuk anak usia dini antara kedua lembaga agar bisa singkron.
Tujuan :
a.       untuk mempererat kedekatan anak dengan orangtua
b.      untuk memperkenalkan anak usia dini kedisiplinan
Hasil yang diharapkan :
Mampu mendekatkan kebutuhan anak mengenai kasih sayang perhatian orangtua, membuat orangtua memahami tumbuh kembang anak usia dini.
Mampu memperkenalkan anak usia dini kedisiplinan secara sederhana, dengan pendekatan kegiatan terdekat dengan kondisi anak.
Tempat:
Keberadaan ujicoba diantaranya untuk usia 5-6 tahun dengan harapan anak usia dini memiliki kedekatan dengan orangtua baik kepada ibu dan bapaknya.
Skema alur:
Isi Gentong Ajaib merupakan kartu kedisiplinan dan beberapa kejutan yang disiapkan orangtua. Bentuk kegiatan bisa bermain bersama orangtua dengan anak usia dini, bisa dengan bercerita/ mendongeng, tebak benda dan membuat suatu kerajinan tangan.
Bermain bersama
Bercerita/ mendongeng
Tebak benda
Kerajinan tangan
Mingguan:
Mingguan:
Mingguan:
Mingguan:
Melipat Selimut,
Menggosok gigi,
Toilet training,
Mandi sendiri, mempersiapkan kebutuhan sendiri, menjaga barang milik sendiri
Dongeng daerah
Terjadinya danau sentani,

Dongeng fiksi
Cinderela,
Buaya dan kancil
Puzzle kertas

Membuat anyaman, menghias vas
Moment:
Moment:
Moment:
Moment:
Ulang tahun, berjalan-jalan tamasya atau kerumah nenek
Tujuh belas agustus

Ketika ada anak merusakkan benda bisa diperbaiki bersama


Pengaturan isi gentong ajaib bisa dilakukan perminggu, maupun sesuai moment.
Kegiatan orangtua dengan anak usia dini bisa bermacam-macam. Keberagaman kegiatan yang mungkin muncul pada diri anak perlu dipilih yang sesuai dengan perkembangan dan kegiatan yang terdekat. Kegiatan yang bisa dilakukan diantaranya:
1. Pembiasaan yang baik
2. Kemandirian