Sabtu, 23 September 2023

Pengalaman Menarik Selama Mengikuti Pendidikan Di Magister Pendidikan Agama Islam Insttitute Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

 Pengalaman menarik selama mengikuti pendidikan di Magister Pendidikan Agama Islam Insttitute Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua.

Berikut ini hasil akreditasi Institusi IAIN Fattahul Muluk Papua




Berikut ini hasil akreditasi dari Program Studi Magister PAI di IAIN Fattahul Muluk Papua



Rabu, 04 Januari 2023

Pengalaman mengikuti pelatihan komik pembelajaran

 Komik Pembelajaran menjadi bentuk pendekatan untuk pembelajaran yang unik dibuat langsung oleh pendidik. Jika memang tidak ada waktu sudah banyak kreasi yang bisa langsung digunakan untuk pembelajaran. Berbagai bentuk model dari pembelajaran yang bisa dibuat oleh pendidik memungkinkan pelibatan oleh peserta didik.

Berikut ini bentuk bahan yang digunakan dalam membuat komik pembelajaran.







Memungkinkan adanya bahan yang ada ini menjadi bagian dalam merencanakan untuk membuat sebuah komik pembelajaran sederhana.




Lebih lanjut untuk membuat desainnnya perlu adanya story line yang bisa membuat perencanaan yang memudahkan dalam menata penempatan komik pembelajaran. Isi dari story line diantaranya seperti contoh berikut ini agar memudahkan dalam merencanakan pembelajaran.











Kamis, 03 Maret 2022

Pintu Masuk Progam Sekolah Penggerak Di Kabupaten Tolikara Menjadi Angin Segar Percepatan Kualitas Pendidikan

Pendidikan menjadi sebuah alat ukur adanya peningkatan kesejahteraan pada masyarakat. Adanya pendidikan yang layak akan menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya kerja untuk menghasilkan pendapatan layak. Adanya pendidikan yang baik juga buah ketekunan dari pendidik dan tenaga kependidikan yang didukung dengan sumber daya yang ada. Semakin pemerintah daerah memberikan dukungan untuk pendidikan tentu akan memunculkan berbagai peluang untuk meraih kesuksesan dari level pendidikan.

Semakin banyak masyarakat yang terdidik dari pendidikan yang layak akan meningkatkan harkat dan martabat. Memudahkan visi misi yang mau dicapai pada bidang lain jika sumber daya manusianya sudah terbentuk. Berbagai program dari hal baru sampai dengan inovasi yang baik akan sangat bermanfaat jika telah menemukan andil didalamnya.

Program sekolah penggerak dalam upaya memberikan keberlangsungan pendidikan yang layak dan baik dari sisi muatan kurikulum, bahan ajar, sampai dengan pembelajaran yang merambah ke digitalisasi sekolah akan memberikan dukungan baik untuk satuan pendidikan. Pintu masuk program sekolah penggerak di Kabupaten Tolikara dengan adanya penandatanganan nota kesepakatan oleh pimpinan daerah dengan adanya rencana bertahap untuk meningkatkan kualitas dari pendidikan di Kabupaten Tolikara. Percepatan kualitas pendidikan ini menjadi satu langkah yang sama dengan daerah lain yang menerapkan pula program sekolah penggerak.

Tentu tidak diinginkan jika ketertinggalan daerah lain menjadi momok tersendiri dari ketertinggalan gerbong dari program sekolah penggerak yang mendapatkan fasilitas dari pemerintah pusat dan dukungan pemerintah daerah. Peranan dari satuan pendidikan sangat urgen untuk mendampingi dari masing-masing peserta didik oleh gurunya untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan terbarukan.

Proses dari satuan pendidikan untuk bisa menyelenggarakan sekolah penggerak ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya :

a)      Ketika adanya seleksi akan diberikan prioritas bagi tenaga kependidikan yang mampu berjuang bersama dikurun waktu empat tahun sebagai penyelenggara program sekolah penggerak.

b)      Ketika seleksi diminta untuk menuliskan visi misi dan tujuan kedepannya untuk satuan pendidikan yang akan menjadi program sekolah penggerak.

c)      Lebih dari itu pada saat seleksi juga akan mempertimbangkan dari sisi dukungan pimpinan yang dimuat dalam surat dukungan pimpinan satuan pendidikan.

d)      Pada saat seleksi juga akan ada andil pemerintah daerah dalam melakukan perankingan dari jumlah sekolah yang mengajukan pendaftaran untuk diambil peringkat sesuai dengan kuota yang diberikan oleh pusat.

Kamis, 22 April 2021

Persiapan Satuan Pendidikan Membuka Tatap Muka Terbatas 2021

        Persiapan satuan pendidikan dituntut untuk bisa menyesuaikan pada kondisi pandemi covid 19. Sudah berlangsungnya pandemi dimana pun belahan bumi mempengaruhi adanya adaptasi baru untuk bisa menurunkan angka penularan. Begitupun pada pendidikan membutuhkan adanya pembiasaan baru agar tidak menjadi masalah pada anak didik juga pada penyebaran pandemi. Maka adanya pengalaman satu tahun dimasa pandemi adanya pendidikan jarak jauh dengan penggunaan sarana prasarana terbatas mulai dilakukan dengan berbagai pendekatan. Penyesuaikan kurikulum dalam muatannya yang ada perubahan juga diubah sesuai dengan kenyataan dimasa pandemi. Permasalahan lain yang muncul adanya penurunan dari kualitas pendidikan pada peserta didik, yaitu pengaruh pada psikologi anak yang biasanya bersosialisi dengan sesama dan guru menjadi terbatas. Bahkan secara tatap muka daring, juga menjadi masalah ketika signal dan juga paket kuota data ini menjadi muncul kesulitan yang perlu juga dicarikan solusinya.

Bimtek membicarakan berbagai solusi untuk mengatasi permasalahan pendidikan yang dipengaruhi adanya pandemi covid 19. Berikut ini materinya :

DUKUNGAN KEJIWAAN DAN PSIKOSOSIAL

KEBIJAKAN PENINGKATAN MUTU

MITIGASI RISIKO

PERAN PEMDA DALAM PENGUATAN PROGRAM

PERAN PUSKESMAS DALAM PENGAWASAN

Kamis, 03 Desember 2020

PENANAMAN SEJAK DINI ANTI KEKERASAN BERBASIS GENDER

  


Perbedaan jenis kelamin memang menjadi perbedaan yang mendasar. Bukan menjadi jurang yang lebar ketika gender yang berbeda membuat perbedaan pada keseharian. Disaat anak terlahir saja masih ada masyarakat beranggapan mengelukan ketampanan dan kecantikan dari segi fisik. Karena memang ungkapan ini lebih mudah dilafalkan daripada memberikan doa yang terbaik untuk masa depan anak. Memberikan ungkapan penyamaan anak dengan ibu atau ayah juga masih mendominasi dengan kondisi gender anak, hal ini memberikan stampel yang berbeda secara jenis kelamin. Maka perlunya sejak anak usia dini diberikan motivasi dan dorongan untuk fokus pada kepandaian dan menghargai akan kepercayaan diri sehingga meningkatkan keteguhan hati untuk dimasa selanjutnya.

Sejak anak usia dini dengan pembiasaan oleh orangtua alangkah baiknya bisa mengikuti ayah atau ibunya secara bergantian. Pada setiap kesempatan mengajak anak dengan asas adil agar apa yang dilakukan ayah atau ibu bisa dicontoh dan diteladani. Anak akan memiliki keseriusan untuk memandang gender ini sama sehingga bisa diposisikan sejajar dan meminimalkan kekerasan berbasis gender. Selain itu nasihat yang sesuai dengan perkembangan menggunakan kalimat positif lalu ketika menasihati memposisikan diri sejajar dengan anak maka hal ini penghargaan untuk anak melakukan kebaikan disetiap waktu.

Beberapa ungkapan untuk memberikan penanaman baik sejak usia dini dalam melawan kekerasan berbasis gender adalah :

  1. Tanpa membedakan jenis kelamin dengan berbagai sanjungan yang hanya memunculkan fisik luar.
  2. Berikan sanjungan agar anak sejak dini menghargai kepintaran dan mudah untuk melakukan kebaikan serta membudayakan kebaikan
  3. Setiap anak akan tumbuh dengan keunikan masing-masing maka adanya pertumbuhan dan perkembangan anak perlu disadari orangtua atau orang dewasa yang dekat dengan anak.
  4. Kurangi rasa untuk mengomentari fisik meski sekedar wah kecil badan atau sudah ompong. Karena fisik ini bisa dibentuk dan dirubah maka bisa dibentuk ketika nantinya dewasa, karena etika dan sopan santun tidak bisa dirubah secara cepat dan mudah. Maka kepintaran yang berproses pada karakter baik anak inilah yang perlu dibudayakan dengan baik.
  5. Memudarkan ungkapan bahwa yang lemah pasti perempuan dan yang suka menangis itu perempuan. Semua orang berhak untuk mengungkapkan perasaan yang dialami dengan sebaik mungkin dan bisa diarahkan. Memberikan kesempatan kepada anak usia dini mengenali semua perasaan akan baik dengan memberikan penjelasan tentang semua yang dirasakan karena membedakan kekuatan ini akan berujung pada kekerasan berbasis gender.

Mari ayah bunda dan juga guru semua untuk senantiasa membudayakan kebaikan menyapa dengan kepintaran dan kelincahan yang nampak pada anak usia dini. Bukan sekedar untuk menampilkan paras yang dimiliki atau kebaikan fisik.


Selasa, 22 September 2020

Orangtua dan Pendidik PAUD Garda Pembentukan Pelajar Pancasila Sejak Dini

 


Menjawab tantangan jaman tentu tidak mudah, sebagaimana membalikkan telapak tangan. Berbagai rintangan silih berganti memberikan keteguhan untuk mencapai tujuan terbaik disetiap tahapannya. Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Papua memiliki lingkup wilayah kerja di Papua dan Papua Barat. Berbagai lokasi yang terpencil hingga maju semuanya ada dalam satu kesatuan yang utuh untuk mendapatkan layanan pengembangan mutu dan pengembangan model. Dengan bekerjasama internal dan menjalin kemitraan secara menyeluruh akan membuat mudah dalam menjawab tantangan jaman.

Pengembangan mutu diantaranya dilakukan pada satuan Pendidikan Anak Usia Dini PAUD dan Pendidikan Masyarakat DIKMAS mulai dari pemetaan mutu, supervisi dan perawatan supervisi menjadi satu rangkaian kegiatan dalam mewujudkan adanya peningkatan layanan di satuan pendidikan. Terlebih dengan adanya pengembangan model dengan data awal dari pemetaan mutu ditindaklanjuti dengan rangkaian pengembangan model di satuan PAUD dan DIKMAS juga menjadi solusi adanya berbagai permasalahan pada layanan pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat terkhusus di wilayah Papua dan Papua Barat.

Disaat peningkatan mutu satuan pendidikan dengan fokus pada peserta didik di satuan pendidikan anak usia dini juga ada perlakuan yang tepat dalam memberikan pembimbingan teknis pada pengelola dan pendidik disatuan pendidikan melaui bimbingan teknis yaitu In House Training IHT. Pengelola dan pendidik di satuan PAUD menjadi sasaran dalam penyampaian berbagai materi untuk meningkatkan kemampuan professional, kompetensi, dan keterampilan mengajar serta pemberian materi terkait dengan nasionalisme. Posisi strategis pendidik dan pengelola PAUD dalam mendampingi belajar anak usia dini merupakan pintu masuk pendidikan karakter. Sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan pengasuhan dan pendidikan kepada anak usia dini,pengelola dan pendidik pada lembaga PAUD bisa meningkatkan pengetahuan untuk menyampaikan ide gagasan terkait profil Pelajar Pancasila yang ditanamkan sejak dini melalui berbagai sumber.

Peluang besar pendidik dan pengelola PAUD dimasa pandemi ini melibatkan unsur orangtua dalam melaksanakan pembelajaran dan pengasuhan sangat erat kaitannya untuk pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini menurut usianya. Pada kesempatan yang baik PAUD berjalan dimungkinkan beberapa jam saja bersama dengan anak usia dini tetapi adanya peran utama orangtua itulah yang membuat waktu lebih berharga dalam kebersamaan. Orangtua membutuhkan pengetahuan akan seluk beluk Pelajar Pancasila yang mana didapatkan dari pendidik dan pengelola PAUD, diharapkan mampu meningkatkan nilai kebersamaan antar lembaga rumah dan satuan pendidikan.

Perwujudan dari Pelajar Pancasila ialah pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri khas utama yaitu ; beriman. Bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Jika dimasukkan dalam ranah pendidikan anak usia dini. Dimulai dari beriman , bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia masuk pada kategori aspek perkembangan nilai agama dan moral. Sedangkan pada profil bergotong royong, berkebinekaan global aspek perkembangan sosial emosional. Untuk profil Pelajar Pancasila yaitu mandiri masuk pada fisik motorik. Sedangkan pada kreatif yaitu aspek perkembangan seni, dan bernalar kritis masuk pada aspek perkembangan kognitif. Hal itu merupakan penempatan sederhana yang bisa saja disesuaikan dengan pemahaman dalam mengimplementasikan profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran dan pengasuhan anak usia dini dalam belajar dari rumah maupun nantinya bisa dilembaga PAUD.

Pembahasan lebih lanjut dari pengimplementasian pendidikan karakter dan pembentukan Pelajar Pancasila sejak dini bisa dikelola baik dalam forum gugus PAUD maupun dengan adanya diskusi terpumpun. Penggunaan elemen kunci yang menyertai masing-masing profil hingga memunculkan kekhasan untuk memudahkan peneriaan pada anak usia dini baik dengan pembiasaan, maupun cerita, bisa juga dengan permainan sehingga dekat akan anak usia dini.

Oleh : Faisal Riza Hasbullah / Pamong Belajar

 

Senin, 14 Oktober 2019

Apresiasi GTK PAUD DIKMAS

Penggalan kata dan kalimat ini mewakili adanya keresahan dalam melihat perkembangan pendidikan anak usia dini.



https://drive.google.com/file/d/1Yy_pGXAY2hnRFhc0HToq122rpdhUHEi5/view?usp=drivesdk

Minggu, 13 Oktober 2019

Komik Pembelajaran Bagi Peserta Didik Pendidikan Kursus dan Pelatihan

Komik Pembelajaran Bagi Peserta Didik Pendidikan Kursus dan Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam memahami berbagai pesan. Diantaranya untuk menunjang adanya Digital Marketing dibutuhkan pemahaman untuk membuat akun email lalu kemudian baru membuat akun di media sosial maupun media jual beli. Sebagai langkah untuk memasarkan produk yang nantinya bisa diakses masyarakat secara luas bisa menggunakan website jual beli online.






Senin, 12 Agustus 2019

Kompetisi Keaksaraan Rangkaian Akselerasi Peningkatan Tuntas Aksara

Oleh Faisal Riza Hasbullah




Dasar adanya kompetisi keaksaraan dasar ini berkaitan dengan telah dilaksanakan pendidikan keaksaraan dasar yang dilakukan oleh Lembaga Satuan Pendidikan Nonformal Pusat Kegiatan Belajar di wilayah Kota Jayapura.  Sehingga  peserta diwajibkan mendaftar dengan memberikan fotokopi tanda pengenal, dan juga sertifikat surat keterangan melek aksara(SUKMA) dengan prosedur mengumpulkan kepada pengelola lembaga masing-masing untuk kemudian didaftarkan kepada panitia lomba. Pelaksanaan dilakukan selama satu hari dengan kehadiran 9 lembaga pusat kegiatan belajar masyarkat PKBM dengan masing-masing peserta 3 orang dari satu lembaga. Kegiatan berlangsung dari pukul 13.30 sampai dengan 15.30 dengan memberikan durasi waktu pengerjaan 120 menit dengan jumlah soal 20 dan terdiri dari membaca, menulis dan menghitung. Masing-masing peserta didik yang menjadi peserta lomba melaksanakan dengan tahapan membaca dipanggil satu persatu dengan durasi 2 menit untuk membaca 7 kalimat sederhana.
Kegiatan ini menjadi sarana memberikan motivasi peserta didik pada keaksaraaan dalam merawat keberaksaraan. Maka dimungkinkan adanya lomba bisa meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga bisa menumbuhkan tantangan untuk selalu belajar bersama dalam mencapai juara. Meski begitu ranah untuk meningkatkan peran dari pengawasan juga bisa dilakukan dengan menjaring kisah sukses dari masing-masing lembaga menyelenggarakan pendidikan keaksaraan. Serta kisah sukses masing-maisng peserta didik dalam mengikuti pembelajaran sehingga sukses berhasil mendapatkan surat keterangan melek aksara dan mengikuti lomba dengan bertemu bersama peserta didik lain dari berbagai satuan pendidikan nonformal.
Jika hal ini dicontoh oleh pihak lain maka akan menciptakan suasana pembelajaran keaksaraan semakin dikenal baik oleh masyarakat:
1.    Melakukan pembelajaran sesuai dengan juknis dengan pengembangan perangkat pembelajaran disesuaikan konteks lokal serta penambahan wawasan penunjang;
2.    Mengusulkan ujian akhir pendidikan keaksaraan kepada dinas pendidikan kota atau kabupaten;
3.    Mengusulkan surat keterangan melek aksara (SUKMA) dari direktorat teknis, direktorat pendidikan keaksaraan dan kesetaraan;
4.    Mengadakan lomba dengan acuan surat identitas diri serta SUKMA sebagai syarat pendaftaran peserta lomba sehingga para peserta bisa dipastikan yang telah mendapatkan pembelajaran pendidikan keaksaraan dasar;
5.    Memberikan sertaifikat kelulusan kepada pemenang yang nantinya bisa dipakai untuk bukti peningkatan kualitas diri peserta didik juga sertifikat terbaik penyelenggaraan pendidikan keaksaraan bagi pengelola dan pendidik di satuan pendidikan nonformal sebagai bentuk pengakuan pemerintah kepada penyelenggaraan pendidikan keaksaraan dasar;
6.    Memberikan kesempatan kepada penyelenggara dan peserta didik untuk menuliskan kisah sukses yang bisa dicontoh oleh lembaga lain dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan program keaksaraan dasar sehingga memberikan pacuan untuk meingkatkan kualitas;
Selain itu peserta didik dan pengelola bahkan lembaga bisa diajukan untuk mengikuti lomba keaksaraan tingkat lain yang memungkinkan peran serta meningkat pada tahapan berikutnya atau pada hari aksara nasional.

Rabu, 31 Juli 2019

Tantangan Tes Penempatan Calon Peserta Didik pada Pendidikan Kesetaraan


Tes penempatan calon peserta didik pada pendidikan kesetaraan merupakan program baru dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan. Program ini menjadi sarana penyelenggara pendidikan kesetaraan dalam menempatkan calon peserta didik dalam satu tingkat pembelajaran. Menjadi calon peserta didik pendidikan kesetaraan jika memiliki kemampuan yang lebih dari tingkat pendidikan yang terakhir dilalui bisa mengambil tingkatan yang lebih tinggi. Tes penempatan tidak dipaksakan atau diwajibkan bagi semua calon peserta didik yang akan mengikuti pendidikan kesetaraan.

Tentunya peserta didik yang mendaftar langsung ke lembaga wajib menyiapkan ijazah terakhir serta raport terakhir sebagai bukti pendaftaran, jika tidak memiliki kedua bukti tersebut peserta didik akan memulai pendidikan ditahap awal. Penyelenggara pendidikan kesetaraan nantinya mendaftarkan calon peserta didik ke Daftar Pokok Pendidikan (DAPODIK) setelah dinyatakan berhasil mengikuti tes penempatan, sedangkan bagi peserta didik yang telah masuk datanya di Dapodik maka tidak bisa mengikuti adanya tes penempatan.

Tantangan dari peserta didik yang ingin mengikuti tes penempatan yaitu
1. Perlu mempersiapakan diri dalam tes, dikarenakan tes tersebut berupa soal dengan standar ujian nasional pada setiap tingkatan. Berarti seperti mengikuti pretes dengan hasil nantinya bisa berhasil akan ditempatkan pada satu tingkat diatasnya, tetapi jika gagal akan kembali pada tingkatan awal.
Contoh semisal ; Calon Peserta Didik mendaftar dengan membawa ijazah SMP dan Raport kelas 2 SMA ingin mengikuti Pendidikan Kesetaraan PAKET C tingkat akhir setelah 3tahun berhenti sekolah, jika dia berhasil mengikuti tes penempatan maka bisa mengikuti PAKET C di kelas akhir, tetapi jika gagal maka akan memulai pada tingkatan awal PAKET C. Sedangkan bagi peserta didik tersebut tidak mengikuti tes penempatan bisa langsung masuk melanjutkan kelas PAKET C setara SMA.
2. Sebagai calon peserta didik juga mempersiapkan diri untuk menuju ke tempat uji tes penempatan. Tempat tes penempatan berada pada satu lokasi dalam satu kabupaten atau kota bisa saja satu lokasi. Sehingga peserta didik melakukan tes penempatan tidak serta merta pada lingkungan pendidikan.

Tantangan pada tutor dan pengelola adalah perlunya komunikasi yang tepat dan efisien untuk menjelaskan maksud dan tujuan dari adanya tes penempatan. Sehingga calon peserta didik benar-benar memperhitungkan kemampuan yang dimiliki. Tes penempatan bukan sekedar memetakan minat dan potensi tetapi juga bagaimana kedua hal itu dilaksanakan secara bersamaan. Penyelenggaraan yang diberikan kewenangan ada pada Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Pendidikan Kesetaraan, tentunya lembaga itu ditunjuk dengan memperhatikan potensi yang dimiliki. Maka tutor dan pengelola juga perlu memperoleh informasi tepat dalam mendaftarkan calon peserta didik yang akan mengikuti tes penempatan ke tempat ujian yang ditunjuk dengan ketentuan waktu yang sudah dijadwalkan.

Perlu diperhatikan oleh semua pihak yang terkait langsung dengan pendidikan kesetaraan, diantaranya calon peserta didik dialah pengangguran atau yang memiliki pekerjaan dari jangka waktu mendapatkan ijazah minimal bisa mendapatkan ijazah setelah 3 tahun. Selanjutnya untuk pelaksanaan pembelajaran tetap berpedoman pada fleksebelitas pembelajaran, dengan menggunakan pembelajaran Mandiri, Tutorial dan Tatap Muka. Semakin sering melaksanakan pembelajaran maka kesempatan untuk mendapatkan pengakuan ditingkat yang lebih tinggi akan mudah. Salam! Pendidikan Kesetaraan Berkualitas dan Bermartabat.

Rabu, 24 Juli 2019

Komik Pengenalan Bencana dan Pencegahannya

Begitu banyak contoh dari bencana yang dekat dengan kehidupan manusia. Pendidikan Anak Usia Dini yaitu pengenalan dan pencegahan perlu dikenalkan lebih awal agar tidak mudah trauma. Karena semakin anak dikenalkan sesuatu sehingga dia mampu mencegah dan mengatasi masalah agar bisa lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan. Maka adanya Komik ini sebagai kemudahan untuk pendidik dan orangtua dalam mengenalkan kepada anak usia dini tentang berbagai bentuk bencana dan pencegahan :

Sabtu, 24 Maret 2018

Oh, Pendidikan Nonformal!


Oh, Pendidikan Nonformal!

“Alhamdulillah”,ungkapan inilah yang diucapkan oleh Fahri dan Catur ketika sudah sampai di Kabupaten terdekat dengan perbatasan Papua New Guini, seru Fahri “ini namanya Kabupaten Keerom.” Pagi yang diiringi gerimis hujan tidak menyurutkan niat dalam melaksanakan tugas untuk melakukan studi pendahuluan. Salah satu tahapan untuk mengembangkan model dibidang pendidikan keaksaraan dalam melayani masyarakat buta aksara. Terkadang dalam benak Fahri berfikir, masih ada juga masyarakat yang pada jaman melinial berlalu masih belum mengenal membaca menulis dan berhitung. Menarik hati, disatu sisi kasihan untuk melihat perkembangan jaman , bagaikan orang yang ingin mempelajari bahasa asing, sangat jarang sekali kalau ditemui orang yang buta aksara menginginkan keadaan tersebut berlanjut. Cerita fahri “Saat mengenal bahasa asing untuk menghafalkan kata perkata susah, untuk mengucapkan apalagi malu sudah datang maka sulit kita mampu menguasai dengan kilat bahasa asing.” Sahut Catur “Begitulah yang dirasakan oleh mereka warga masyarakat yang buta aksara dijaman now.”
Sesampainya di sanggar kegiatan belajar disingkat SKB ini merupakan satuan pendidikan nonformal yang masih dinaungan pemerintah daerah setingkat kabupaten maupun kota. “Miris, melihat kantor yang melayani pendidikan nonformal berbeda sangat dengan kantor pendidikan formal diseberang jalan.” kata Fahri ketus. “Memang kalau diakui adanya SKB yang tadinya merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah sekarang telah menjadi satuan pendidikan yang mana telah fakum selama satu tahun terlihat sangat memprihatinkan. Ruangan yang berbentuk rumah merupakan rumah sewa yang disulap untuk kantor sementara SKB, padahal jika ditilik masa sebelum menjadi satuan pendidikan memiliki kantor yang jauh lebih pantas berada disisi tempat lain berjarak berapa blok dari kantor yang sekarang. Selama fakum untuk merubah dari UPTD menjadi Satdik ini telah ditempati kantor berikut sarana prasarana yang didapatkan dari bantuan pemerintah pusat dan tentunya pemerintah daerah oleh bidang kerja lain.” Begitulah penjelasan detail Catur.
Diskusi untuk menerima masukan dari berbagai pihak dimulai pukul sebelas waktu Indonesia timur, pihak yang telibat terdiri pegawai dinas pendidikan kabupaten, pegawai SKB dan ketua lembaga satuan pendidikan non formal terdekat. Setelah dibuka oleh kepala SKB untuk melaksanakan diskusi mulai dengan hal ringan berbagai potensi yang ada untuk mengembangakan pendidikan nonformal di wilayah Kab Keerom terkhusus untuk pendidikan keaksaraan. Heryawan mengungkapkan “diwilayah SKB Kab Keerom telah melayani dulunya berbagai tempat yang rata-rata eks trans (Transmigran yang telah lama mendiami Kabupaten Keerom) masih terdapat warga masyarakat yang dalam satu keluarga terdiri dari orangtua yang buta aksara, sedangkan untuk mengajarkan mereka malu datang ke satuan pendidikan, ada dari mereka belajar dengan keluarga sendiri. Bahkan ada juga warga masyarakat yang belajar kepada anaknya yang telah belajar di pendidikan formal.” Ditimpali oleh Siti Fatonah “Memang menjadi kekurangan adalah adanya test atau penilaian yang masih kurang untuk warga masyarakat yang belajar sendiri, tentu hal ini belum bisa dilakukan penilaian terkendalan adanya tutor kurang dan tidak mampu menjangkau ke rumah-rumah. Padahal kalau didata maka akan terlihat masih banyak warga masyarakat yang buta aksara ketika datang melakukan transmigrasi dijaman dahulu dan usianya pastinya empat puluh tahun keatas. Jika memang belum terlayani kasihan akan merugi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya untuk berjual beli mereka belum tentu bisa membaca pesan yang disampaikan melalui tulisan maupun berita yang menjadi pengumuman.”

Rabu, 28 Februari 2018

Pendidikan Kesetaraan Menjadi Solusi

Peserta didik yang putus sekolah formal, memiliki banyak peluang untuk melanjutkan pendidikan. Pada pendidikan nonformal saja diantaranya ada Kursus, Pelatihan sedangkan untuk pendidikan kesetaraan bisa melanjutkan jenjang yang berikutnya. Bentuk yang dapat dipilih peserta didik penting untuk mempertimbangkan kesesuaian dengan cita-cita yang ingin dicapai. Berbagai macam alasan peserta didik keluar dari pendidikan formal itu sudah menjadi masa lalu yang bisa diambil hikmahnya. Memang tidak bisa dipungkiri kemajuan zaman dan pergaulan bebas menjadi penyebab tingginya peserta didik keluar dan drop out. 
Usia yang produktif tidak mengurangi waktu dan kesempatan untuk meraih pendidikan lebih tinggi.
Pendidikan yang diselenggarakan oleh siapapun akan sangat membantu peserta didik meraih impiannya.
Kemampuan untuk mengemas pendidikan kesetaraan agar dikenal oleh masyarakat perlu disesuaikan dengan perkembangan jaman. Inovasi baru perlu dikembangkan oleh berbagai pihak untuk mengenalkan pendidikan kesetaraan agar sampai pada masyarakat.
Presentasi Materi Orientasi peserta didik baru pendidikan kesetaraan di Kab Keerom

Kamis, 07 September 2017

Aplikasi Perkenalan BPPAUDDIKMAS

Aplikasi jenis apk. ini berfungsi di handphone android dengan mengunduh langsung bisa diinstall dan dipakai. Segera unduh dan gunakanlah aplikasi ini, berikan komentarmu untuk meningkatkan kualitas aplikasi ini, terimakasih.

https://drive.google.com/file/d/0B4K5wJLQ733mWFgtX2ZoODh1WE0/view?usp=sharing


Rabu, 09 Agustus 2017

Aplikasi Simulasi CAT CPNS

CAT CPNS :

https://www.dropbox.com/home?preview=Software+Latihan+Soal+CPNS+2011.rar

https://www.dropbox.com/home?preview=Simulasi+CAT-BKN_2.rar

Minggu, 06 Agustus 2017

KANTIN KEJUJURAN

Oleh : Faisal Riza Hasbullah

“Robert bagaimana jika hari selasa besuk kita mulai usaha kita berjualan di sekolah?” Tanya Briyan kepada Robert teman sekelasnya.
“Boleh itu ide yang bagus tetapi apa kita bisa berjualan sedangkan kita banyak belajar didalam kelas juga?” Robert merasa memang ide bagus sambil bertolak pinggang dia bertanya kembali untuk jualan di sekolah, tetapi nanti yang menunggu siapa jualannya.
“Kalau kamu setuju, kita meminta ijin dulu kepada Ibu Guru Jeni, Apakah kita diijinkan atau tidak untuk berjualan.” jawab Briyan kepada Robert agar meminta ijin kepada ibu guru dikarenakan penjual dikantin ibu Monti tidak berjualan lagi karena su pindah rumah.
Maka dengan kompak Robert dan Briyan bertemu dengan ibu guru. “Ibu guru ini kami mau bertanya, Apakah boleh nanti kita berjualan di sekolah ini?” Tanya Robert kepada ibu guru.
“Wah, ide yang bagus itu anak-anak. Tetapi apakah nanti ada yang menunggu jualan kalian jika kalian sedang belajar ada yang membutuhkan sesuatu bagaimana?” wajah bu guru sambil mengerenyitkan jidad berfikir untuk menentukan solusinya. “Bagaimana jika mencoba dengan kantin kejujuran anak-anak? nanti setiap barang yang dijual bisa diberikan nominal harga yang bisa dibayarkan langsung memasukkan kedalam kotak tanpa ada yang menjaga bisa menumbuhkan kejujuran setiap siswa.” Bu guru dengan wajah cerah memberikan solusi agar anak mencoba kantin kejujuran.

“Baiklah bu guru kami akan mencobanya, besuk kita mencoba menjual roti dan kacang goreng yang diolah oleh orangtua kami. Terimakasih atas ijin kami untuk berjualan” jawab kompak dari kedua anak tersebut. Sesampainya dirumah Robert meminta ijin orangtua untuk membawa kacang goreng yang dipanen dari kebun. Sedangkan Briyan membantu ibunya membuat roti dan ikut membungkusinya agar bisa dibawanya ke sekolah.
***
Keesokan harinya dengan semangat Robert membawa 20 bungkus kacang goreng dan Briyan membawa 25 bungkus roti.  mereka berpamitan kepada orangtua mereka untuk berangkat sekolah.
Sesampainya disekolah mereka sepakat untuk meletakkan makanan tersebut pada satu kardus yang telah diberikan kotak kecil untuk menaruh uang pembayaran. Pada waktu sebelum belajar dimulai mereka memberitahukan kepada teman-temannya yang ingin membeli makanan yaitu roti dan kacang goreng didepan kelasnnya bisa membeli sendiri, disitulah kantin kejujuran untuk pembeli mengambil dagangan sekaligus membayarnya dengan jujur.
Ketika kelas istirahat Boni yang dipagi hari terlambat masuk sekolah tidak mengetahui pengumuman adanya kantin kejujuran, tiba-tiba mengambil saja roti yang ada didepan kelas tanpa membayarnya. lalu datanglah Dini yang memberikan peringatan, “Boni jangan kamu makan seenaknnya roti itu tanpa membayar, itu roti dijual pada kantin kejujuran, ayo kalau ambil jujur untuk membayar!”
Oiya, sejak kapan ada kantin kejujuran? jawab Boni. Lalu Ibu Jeni yang mendengar adanya keributan mendatangi Boni dan Dini yang selisih paham. “Boni apa yang dikatakan Dini itu benar ini adalah kantin kejujuran,lalu yang berjualan adalah Briyan dan Robert mereka tadi pagi telah mengumumkan hal itu kamu sedangkan kamu datang terlambat. Besuk lagi jika ada barang apapun yang bukan milikmu kamu meminta ijin kepada yang lain yang lebih mengerti ya” kata ibu Jena menjelaskan dengan penuh kasih sayang.
“Oh begitu ibu guru, baiklah saya minta maaf. akan saya bayar harga roti ini dengan uang saku saya” kata Boni sambil mengambil uang yang ada didalam sakunya. “Maafkan saya Dini dan terimakasih sudah mengingatkan saya” lanjut Boni sambil meminta maaf kepada Dini. “Iya sama-sama Boni, besuk lagi kalau bukan punyamu kamu bisa meminta ijin untuk mengambil ya.” jelas Dini kepada Boni.
***
bersambung…

(kejujuran, ramah, permisi, kreatif)

Senin, 31 Juli 2017

Rabu, 26 Juli 2017

Kunjungan Perwakilan Jaringan Kerja Rakyat Papua (JERAP) Bertemu Pamong Belajar di BP PAUD DIKMAS PAPUA

Jaringan kerja rakyat Papua (JERAT) satu dari sekian lembaga swadaya (LSM) masyarakat berlokasi di Jayapura, Papua. Pada Rabu (26/7) pukul 12.30 bertemu antara perwakilan JERAP dengan Pamong Belajar di BP PAUD dan DIKMAS Papua membahas mengenai pendirian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat(PKBM). Masyarakat di Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo beberapa masyarakatnya dimintai pendapat dan tanggapan kebutuhan layanan Lifeskill dan Pendidikan Anak Usia Dini sehingga dari pertemuan itu terbentuklah PKBM AIMEE KIMI.

Rabu, 19 Juli 2017

Pengenalan Lingkungan Sekolah Awal Penguatan Pendidikan Karakter Mulai Keluarga

Oleh : Faisal Riza Hasbullah,S.Pd I
Hari pertama sekolah,yang sekarang lebih dikenal dengan pengenalan lingkungan sekolah (PLS) semarak diikuti oleh orangtua yang mengantarkan anaknya. Berita yang diangkat diantaranya mulai tingkat sekolah dasar orangtua semangat mengantarkan anaknya mulai dini hari ada diberbagai daerah. Sampai muncul sebagian orangtua yang rela mulai pagi hari antree dan mengikatkan tas pada kursi sekolah, hal ini dipercaya jika menempati bangku paling depan meningkatkan kemudahan anak dalam menerima pelajaran.

Semarak pengenalan lingkungan sekolah

Direktorat jenderal PAUD dan DIKMAS pada waktu sama menganjurkan agar anak usia dini yaitu usia 0-6 tahun perlu 1tahun dalam mendapatkan layanan pendidikan anak usia dini. Himbauan tersebut paling tidak menyadarkan orangtua dalam memfasilitasi anak tidak langsung pada baca tulis hitung ditingkat sekolah dasar. Pemerintah telah memberikan layanan PAUD dengan berbagai bentuk lembaga agar sesuai kebutuhan anak usia dini dalam menunjang enam aspek perkembangan yaitu, nilai agama moral, sosial emosional, fisik motorik, bahasa, dan seni.
Peran kesadaran orangtua dalam memberikan layanan pendidikan semakin menigkat. Peningkatan peran orangtua ini mampu menjadi cara masuk pendidikan informal yaitu pendidikan keluarga yang secara serius bisa mendampingi anak selama 24 jam dalam mendidik dan mengasuh sesuai kopetensinya. Penguatan pendidikan karakter juga mampu dibiasakan dan didampingi orangtua kepada anak mereka.
Sebagai cara mudah untuk orangtua termotivasi dan sadar pentingnya parenting ditumbuhkan lewat pembentukan paguyuban orangtua dengan berbagai cara diantaranya via elektronik, maupun perkumpulan rutin. Selain itu program yang disepakati diantaranya bisa mengusung kelas inpirasi, otonomi kelas, kelas orangtua, kelas budaya. Satuan kelompok kecil yang ada didalam sekolah tersebut bisa meningkatkan komunikasi antar orangtua, antar anak dan orangtua dengan anak serta guru.