Tampilkan postingan dengan label bp paud dan dikmas papua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bp paud dan dikmas papua. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Pendidikan Kesetaraan Menjadi Solusi

Peserta didik yang putus sekolah formal, memiliki banyak peluang untuk melanjutkan pendidikan. Pada pendidikan nonformal saja diantaranya ada Kursus, Pelatihan sedangkan untuk pendidikan kesetaraan bisa melanjutkan jenjang yang berikutnya. Bentuk yang dapat dipilih peserta didik penting untuk mempertimbangkan kesesuaian dengan cita-cita yang ingin dicapai. Berbagai macam alasan peserta didik keluar dari pendidikan formal itu sudah menjadi masa lalu yang bisa diambil hikmahnya. Memang tidak bisa dipungkiri kemajuan zaman dan pergaulan bebas menjadi penyebab tingginya peserta didik keluar dan drop out. 
Usia yang produktif tidak mengurangi waktu dan kesempatan untuk meraih pendidikan lebih tinggi.
Pendidikan yang diselenggarakan oleh siapapun akan sangat membantu peserta didik meraih impiannya.
Kemampuan untuk mengemas pendidikan kesetaraan agar dikenal oleh masyarakat perlu disesuaikan dengan perkembangan jaman. Inovasi baru perlu dikembangkan oleh berbagai pihak untuk mengenalkan pendidikan kesetaraan agar sampai pada masyarakat.
Presentasi Materi Orientasi peserta didik baru pendidikan kesetaraan di Kab Keerom

Senin, 24 Oktober 2016

Singkronisasi Perencanaan Pendidikan Mulai Pusat Hingga Daerah

oleh : Faisal Riza Hasbullah

Pendidikan dan pelatihan perencanaan pendidikan di pusat pendidikan dan pelatihan kementerian pendidikan dan kebudayaan memasuki angkatan ke tujuh di tahun 2016. Peserta diklat diikuti dari direktorat, unit pelaksana teknis dibawah kemendikbud diantaranya pegawai LPMP, pegawai BP PAUD dan DIKMAS, dan pegawai dari dinas pendidikan kabupaten/kota.
Melalui diklat perencanaan pendidikan selama 10 hari diharapkan peserta mampu meningkatkan kemampuan diri dalam merencanakan pendidikan sesuai dengan bidang profesinya. Perencanaan pendidikan mengacu dari rencana jangka menengah nasional yang ditetapkan oleh Joko Widodo selaku Presiden RI. Selain itu peserta diklat diharapkan dapat mensingkronisasi perencanaan pendidikan mulai dari pusat sampai pada daerah supaya memiliki arah yang sistematis dan efektif dalam pelaksanaan pendidikan.
Nawacita yang telah tertuang dalam RPJMN 2015-2019 diantaranya Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, Melakukan revolusi karakter bangsa, Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.
Visi mewujudkan Insan serta ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan
yang Berkarakter dengan berlandaskan Gotong Royong
.
Misi :
  1. Penguatan peran siswa, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan aparatur institusi pendidikan dalam ekosistem pendidikan.
  2. Pemberdayaan pelaku budaya dalam melestarikan kebudayaan.
  3. Peningkatan akses pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan masyarakat dan keluarga, serta pendidikan anak berkebutuhan khusus.
  4. Peningkatan mutu dan relevansi pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan karakter.
  5. Peningkatan jati diri bangsa melalui pelestarian dan diplomasi kebudayaan serta pemakaian bahasa sebagai pengantar pendidikan.
  6. Peningkatan sistem tata kelola yang transparan dan akuntabel dengan melibatkan publik.
Kebijakan Pembangunan Pendidikan Tahun 2017 terdiri dari memenuhi pembiayaan kegiatan prioritas nasional dalam RKP 2017 untuk pencapaian Nawacita, penekanan pada upaya peningkatan mutu pembelajaran di semua jenjang dan jalur pendidikan, baik negeri maupun swasta, dengan usaha penyempitan kesenjangan mutu, percepatan peningkatan akses dan mutu pada daerah tertinggal, terluar dan terdepan, memastikan masyarakat miskin dan kelompok marjinal lebih mudah mengakses layanan pendidikan dengan memperhatikan pula keadilan dan kesetaraan  gender, manfaat anggaran pembangunan pendidikan semaksimal mungkin dirasakan langsung oleh masyarakat, meningkatkan keterlibatan publik secara maksimal, memperkuat tata kelola pembangunan pendidikan dan kebudayaan, termasuk pelaksanaan anggaran secara transparan dan akuntabel.
Sedangkan kebijakan Pembangunan Kebudayaan Tahun 2017

  1. Meningkatkan pemahaman publik akan arti penting dari nilai-nilai luhur sejarah dan budaya bangsa dan relevansinya bagi kehidupan masakini di berbagai sektor. Bekerjasama dengan berbagai K/L dan lembaga negara lain untuk meningkatkan toleransi dan meredam kekerasan sektarian.
  2. Meningkatkan pendidikan seni dan budaya sejak usia dini dan menyediakan sarana dan prasarana kesenian baik untuk keperluan produksi maupun apresiasi. 
  3. Mengembangkan sistem registrasi dan pengelolaan warisan budaya yang efektif di pusat maupun daerah dengan perhatian khusus pada pelibatan publik dalam prosesnya.
  4. Membuka pusat-pusat kegiatan seni dan budaya (rumah budaya) di daerah pinggiran yang dikaitkan dengan program Sekolah Garis Depan dan Guru Garis Depan.
  5. Meningkatkan promosi budaya antar daerah untuk memperkuat rajut kebangsaan dan konektivitas di tingkat kesadaran (bukan semata fisik), dengan tema/bidang yang menjadi fokus pemerintah: budaya maritim, kedaulatan pangan, restorasi sosial.   
  6. Peningkatan kualitas SDM kebudayaan dan ekosistem melalui program pendidikan lanjut yang inovatif.
  7. Mengembangkan indeks pembangunan manusia (IPM/HDI) untuk mengukur pencapaian pembangunan manusia di bidang kebudayaan. 


Selasa, 27 September 2016

Pendidik PAUD yang Disenangi Anak

Oleh: Sri Wahyuni Hatta


Menjadi seorang pendidik PAUD memang bukan suatu profesi yang mudah, seseorang perlu memiliki pengetahuan dan dan ilmu dalam menjalankan profesi terebut. pendidik sejatinya tidak hanya mampu mengajar tetapi juga harus mampu mendidik, dua hal tersebut harus seiring sejalan. jika hanya mampu mengajar atau mentranfer ilmu maka selesailah tugasnya. padahal pendidik juga perlu memberikan motivasi kepada anak didik agar terjadi proses internalisasi nilai-nilai pada dirinya sehingga menimbulkan sikap dan perilaku yang baik.
mendidik juga merupakan upaya pembinaan pribadi, sikap mental dan akhlak anak. jika mengajar itu adalah interaksi timbal balik antara guru dan anak didik dalam rangka mentranfer ilmu pengetahuan ,maka perubahan yang didapatkan anak hanya pada kemampuan kognitifnya saja, mendidik tidak sekedar mentransfer ilmu pengetahuan tetapi juga nilai -nilai, artinya pendidik juga menghantarkan anak didik pada aspek kognitif, psikomotorik, afektif agar anak tumbuh sebagai manusia yang berpribadi.
profesi pendidik PAUD telah banyak dilirik baik dari lulusan PG PAUD maupun disiplin ilmu lainnya. beberapa faktor dapat menjadi penyebabnya  bisa saja kerena senang dengan dunia anak atau juga sebagai pengisi kesibukan karena belum menemukan pekerjaan yang sesuai dengan gelarnya.ataupun karena pilihan terakhir yang menganggap bahwa pendidik PAUD adalah pekerjaan yang mudah. berangkat jam tujuh pagi pulang jam sepuluh, datang kesekolah hanya bermain  menyanyi dan makan-makan. ini anggapan banyak orang, padahal sesunguhnya tidak demikian, profesi pendidik PAUD sangat kompleks mulai dari merencanakan pembelajaran, merancang kegiatan main, melaksanakan pembelajaran dan melakukan penilaian yang harus dilakukan mengikuti aturan yang tercantum dalam kurikulumnya.
Guru adalah pekerjaan yang mulia, terlebih lagi guru taman kanak-kanak membutuhkan kesabaran dan ketelatenan agar tujuan pembelajaran yang telah di rancang dapat terwujud dengan baik. 


Terdapat banyak langkah yang perlu diaplikasikan agar anak senang akan keberadaan gurunya dalam kelas. lantaran anak membutuhkan kenyamanan didalam kelas terlebih dengan gurunya. supaya menjadi guru PAUD yang disenangi anak-anak diperlukan kreativitas dan pembawaan mengajar yang disenangi anak.
berikut beberapa panduan menjadi guru yang disenangi anak dikelas:
1.sabar dan telaten
seorang guru dalam menghadapi anak didik memerlukan kesabaran, mengingat karakter anak dalam kelas berbeda-beda.setiap anak memerlukan penanganan yang berbeda sesuai dengan karakter anak.
2. menyayangi anak 
seorang guru PAUD perlu memiliki rasa kasih sayang terhadap anak, meskipun kita mengajar anak orang lain tetapi setiap hari kita berinteraksi dengan mereka , maka sayangilah anak didik kita seperti anak kita sendiri. dengan begitu anak akan rakin kesekolah
3. mau mendengarkan celoteh anak
guru yang baik selalu mendengarkan celoteh anak apapun itu, baik pengalaman yang ia rsakan di rumah maupun di tempat lain. terkadang anak juga menceritakan barang baru yang ia miliki. guru cukup mengungkapkan pujian terhadap apa yang diceritakan anak. mereka merasa di perhatikan oleh guri
4. memberikan yang terbaik untuk anak
selalu memberikan yang terbaik bagi anak, maksudnya ketika anak menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan ,guru bertugas memberikan bantuan sehingga anak merasa kesulitan dan mau mengerjakan tugas sampai selesai
5. menciptakan situasi yang menyenangkan bagi anak
situasi yang aman dan menyenangkan bagi anak membuat mereka betah dalam belajar, oleh krena itu pembelajaran PAUD dilaksanakan sambil bermain, belajar seraya bermain. mereka banyak tahu ketika anak banyak distimulasi oleh kegiatan bermain.